Surabaya, Bhirawa
Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menggelar pembekalan Program Surabaya Mengajar (PSM) bagi mahasiswa perguruan tinggi di SMP Negeri 12 Surabaya. Kegiatan tersebut di ikuti oleh 1.777 mahasiswa acara tersebut bertujuan membekali para mahasiswa dengan wawasan dan pengetahuan sebelum diterjunkan langsung ke sekolah-sekolah, Selasa (27/1).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengungkapkan bahwa Program Surabaya Mengajar merupakan salah satu upaya strategis Pemerintah Kota Surabaya dalam mendorong pemerataan serta peningkatan mutu pendidikan, kehadiran mahasiswa di sekolah tidak hanya membantu proses pembelajaran, tetapi juga memperkaya inovasi metode dan pendekatan yang digunakan guru.
“Pembekalan ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa sebelum terjun ke sekolah-sekolah, Mahasiswa peserta PSM akan diterjunkan untuk membantu guru dalam mengembangkan strategi dan metode pembelajaran yang kreatif serta inovatif, sesuai dengan tantangan pendidikan saat ini,” jelas Febrina.
Febrina mengatakan bahwa mahasiswa mampu memberikan dukungan terhadap proses pembelajaran di kelas, sekaligus menjadi mitra guru dalam menghadapi dinamika pendidikan di era digital, termasuk pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.
“Berharap keterlibatan mahasiswa dapat memberikan dampak positif, baik bagi sekolah maupun bagi mahasiswa sendiri, Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman nyata di dunia pendidikan, sementara sekolah mendapatkan tambahan sumber daya yang mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan,” tuturnya
Sementara itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dispendik Kota Surabaya, Tri Endang Kustianingsih, menyampaikan bahwa selama pelaksanaan PSM, mahasiswa akan berkolaborasi secara aktif dengan guru dan kepala sekolah dalam mengimplementasikan berbagai program prioritas pendidikan Kota Surabaya.
“Program Surabaya Mengajar meliputi pembelajaran mendalam atau deep learning, pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial, Program Sekolah Arek Suroboyo (SAS), serta penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” tuturnya.
Menurut Endang, melalui keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program tersebut, diharapkan sekolah dapat semakin optimal dalam melaksanakan transformasi pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter, literasi, numerasi, serta penguasaan teknologi.
“Program Surabaya Mengajar tidak hanya berfokus pada peningkatan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik agar menjadi generasi yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing,” katanya.
Endang berharap melalui Program Surabaya Mengajar mutu dan kualitas pendidikan di Kota Surabaya dapat terus meningkat secara merata di seluruh sekolah. [ren.wwn]

