25 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Disdagin Kabupaten Kediri Perketat Pengawasan Pangan Jelang Nataru

Kab Kediri, Bhirawa
Untuk menjamin keamanan konsumsi masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri bersama Satuan Tugas Ketahanan Pangan turun langsung melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi, mutu, dan harga bahan pangan di pasar dan pusat perbelanjaan.

Pengawasan dilakukan melalui monitoring dan evaluasi (monev) di sejumlah titik distribusi pangan, mulai dari Pasar Pamenang Kecamatan Pare, Pasar Sayur Induk Pare hingga pusat perbelanjaan modern, Selasa (23/12).

Kegiatan ini melibatkan Disdagin Kabupaten Kediri, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, serta unsur TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Ketahanan Pangan.

Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan mengatakan, hasil monev menunjukkan ketersediaan bahan pangan pokok strategis dalam kondisi aman. Komoditas yang dipantau meliputi beras, minyak goreng, gula, cabai, bawang merah, bawang putih, daging sapi, dan daging ayam.

“Dari hasil pengecekan di lapangan, pasokan bahan pangan mencukupi dan harga relatif stabil. Tidak ditemukan lonjakan harga yang signifikan. Bahkan, beberapa komoditas di Pasar Pamenang tercatat lebih rendah dibandingkan pasar lain yang sebelumnya kami pantau,” ujar AKP Joshua.

Seperti harga cabai yang sebelumnya sempat menembus Rp80.000 per kilogram, lanjutnya, kini turun ke kisaran Rp50.000 per kilogram. Harga bawang merah dan bawang putih juga terpantau mulai mengalami penurunan.

Berita Terkait :  Inflasi Jawa Timur Desember 2025 Capai 2,93 Persen

Selain memantau harga dan ketersediaan, petugas turut memastikan aspek keamanan dan mutu pangan, khususnya produk hewani. Harga daging sapi terpantau stabil di kisaran Rp 110.000 per kilogram dengan ketersediaan yang dinilai aman.

“Pemeriksaan kualitas dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kadar air hingga pH daging sapi. Hasilnya masih dalam batas normal sesuai standar. Untuk hati sapi juga tidak ditemukan cacing,” jelasnya.

Sementara itu, Analis Perdagangan Ahli Muda Disdagin Kabupaten Kediri, Choirunni’mah, menyampaikan bahwa Kabupaten Kediri merupakan salah satu daerah produsen telur dan daging ayam. Kondisi tersebut membuat pasokan relatif aman meski terjadi peningkatan permintaan menjelang Nataru.

“Harga daging ayam berada di kisaran Rp35.000 per kilogram atau masih di bawah Harga Indikatif Tertinggi (HIT) sebesar Rp40.000. Sementara harga telur ayam kualitas super sekitar Rp30.000 per kilogram dan masih sesuai ketentuan,” katanya.

Dalam kegiatan pengawasan tersebut, petugas tidak menemukan produk pangan kedaluwarsa. Namun demikian, pelaku usaha ritel tetap diimbau untuk lebih tertib dalam pelabelan produk, termasuk mencantumkan jenis daging, tanggal kedaluwarsa, nomor produksi, serta sertifikat halal.

Disdagin Kabupaten Kediri menegaskan pengawasan akan terus dilakukan secara rutin untuk menjaga stabilitas pasokan, harga, serta keamanan pangan. Masyarakat pun diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan karena stok pangan dipastikan aman dan mencukupi selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2025. [van,nov.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru