32 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Disarpus Kota Kediri Luncurkan TransLiteria, Inovasi Literasi di Moda Transportasi

Pemkot Kedri, Bhirawa
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disarpus) Kota Kediri menghadirkan cara baru menikmati buku melalui TransLiteria (Transportasi Literasi Ceria).

Program ini mengajak masyarakat membaca sambil bepergian menggunakan moda transportasi, sehingga aktivitas membaca terasa lebih santai, menyenangkan, dan tidak lagi terbatas pada ruang perpustakaan.

Kepala Disarpus Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi, mengatakan bahwa TransLiteria lahir dari keinginan untuk mematahkan kesan membaca yang selama ini identik dengan suasana hening dan ruang tertutup.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman membaca yang berbeda, tidak hanya dilakukan di perpustakaan, tetapi juga di dalam moda transportasi,” ujarnya, Minggu (25/1).

Melalui pemanfaatan Bus Satria, Disarpus mengolaborasikan aktivitas membaca dengan perjalanan. Konsep ini terinspirasi dari kebiasaan masyarakat di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung yang membaca buku di MRT atau bus.

Meski membaca di perjalanan tidak selalu dapat dilakukan dengan fokus penuh karena suara dan pemandangan sekitar, Chevy menilai pengalaman tersebut justru memberikan kesan tersendiri.

“Paling tidak, ini memberikan pengalaman baru yang menyenangkan bagi masyarakat,” katanya.

Inovasi TransLiteria tidak berhenti pada moda bus. Ke depan, Disarpus Kota Kediri berencana menjalin kolaborasi dengan PT KAI untuk menghadirkan kegiatan membaca bersama di kereta api.

Rute seperti Blitar, Tulungagung, Jombang, hingga Malang telah masuk dalam rencana pengembangan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan disediakan satu gerbong khusus sebagai ruang baca selama perjalanan.

Berita Terkait :  Dukung Pemerintah Berantas Judi Online

Selain kegiatan membaca, peserta juga diajak mengenal berbagai ruang literasi yang ada di Kota Kediri, salah satunya perpustakaan di kawasan Masjid Agung Kota Kediri.

Chevy mengakui bahwa pelaksanaan perdana TransLiteria masih memiliki sejumlah keterbatasan. Oleh karena itu, Disarpus Kota Kediri sangat terbuka terhadap masukan dan evaluasi dari para peserta. Ke depan, kegiatan ini direncanakan berlangsung sebulan sekali.

“Jika antusiasme masyarakat tinggi, frekuensinya bisa kami tingkatkan menjadi dua minggu sekali dan jumlah armada pun dapat ditambah,” jelasnya.

Lahirnya inovasi ini juga dilatarbelakangi oleh keterbatasan ruang baca akibat beberapa fasilitas perpustakaan kota yang masih dalam proses perbaikan dan pembangunan. Dengan memanfaatkan moda transportasi sebagai ruang alternatif, Disarpus berupaya memperluas jangkauan layanan literasi agar lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Pada tahap awal, TransLiteria menyasar komunitas, khususnya generasi muda. Peserta perdana berasal dari Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Nasional (GPAN), Kediri Book Party, serta Remaja Masjid Agung.

Ke depan, Disarpus berharap komunitas dapat bergerak secara mandiri, sementara pemerintah berperan sebagai fasilitator. Program ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga keluarga.

Antusiasme peserta terlihat sejak pelaksanaan perdana. Nadia Sintia Rahmadani, perwakilan dari Kediri Book Party, mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman membaca yang berbeda.

“Menurut saya kegiatannya seru, karena ini pertama kalinya membaca sambil menaiki transportasi. Membaca jadi tidak terasa membosankan,” ujarnya.

Berita Terkait :  Kodim 0813 Bojonegoro Cangkrukan Bareng Awak Media

Hal senada disampaikan Nahel Aniko Benisa Kaladisa El Arifa. Ia menilai konsep membaca sambil bepergian mampu menarik minat baca, terutama bagi mereka yang sebelumnya kurang tertarik membaca buku.

“Kalau membaca sambil jalan-jalan seperti ini, rasanya lebih santai dan menyenangkan. Ini bisa meningkatkan minat literasi,” katanya.

Sebagai sebuah pilot project, TransLiteria diharapkan menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan budaya baca di Kota Kediri. Tidak hanya menarik masyarakat yang sebelumnya belum gemar membaca, tetapi juga memberikan pengalaman baru bagi para pembaca agar semakin kreatif dan berkembang.

Melalui inovasi ini, Disarpus Kota Kediri menegaskan bahwa literasi dapat tumbuh di mana saja, bahkan di tengah perjalanan. (van,nov.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru