Dwi Herman Susilo
Pemerintah Kabupaten Situbondo mendirikan ‘Posko Kesehatan’ untuk melayani warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Besuki, Situbondo. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan layanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat pasca bencana.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, Dwi Herman Susilo, mengatakan, pihaknya telah mengerahkan tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas layanan.
“Kita kerahkan tenaga dari Puskesmas terdekat. Termasuk kita juga backup dari RSUD Besuki dan dari Dinas Kesehatan,” ujar Dwi saat mendatangi lokasi terdampak banjir di Desa Kalianget, Banyuglugur, Kamis (22/1).
Kata Dwi, pendirian posko kesehatan ini menegaskan kehadiran Pemkab Situbondo dalam memberikan pelayanan kepada warga yang terdampak banjir. Fokus utama adalah memastikan masyarakat memperoleh penanganan medis secara cepat dan tepat di lokasi terdampak.
Adapun penentuan titik pendirian posko masih akan dikoordinasikan dengan camat setempat.
“Nanti kita koordinasi dengan Pak Camat yang lebih tahu titik-titiknya. Ini menyesuaikan kondisi di lapangan, apakah itu berupa posko tetap atau mobil kesehatan yang standby di lokasi,” terang Dwi.
Ia menambahkan, target utama pendirian posko kesehatan adalah melayani seluruh penduduk terdampak agar dapat ditangani dengan sebaik-baiknya. Secara teknis, penanganan akan dilakukan di posko jika memungkinkan. Namun, apabila kondisi pasien memerlukan penanganan lanjutan, maka akan dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit.
Sejauh ini, jenis keluhan kesehatan yang ditemukan pada warga terdampak banjir didominasi gangguan fisik ringan. “Rata-rata luka, seperti kena paku, atau demam karena semalaman kedinginan,” ujarnya. [awi.gat]

