24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Dinkes Pastikan di Situbondo Tak Ada Influenza A (H3N2) Subclade K

Situbondo, Bhirawa.
Kabar beredarnya kasus influenza A (H3N2) Subclade K, membuat Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan masing masing, Kamis (8/1).

?Menurut dr Sandy Hendrayono, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, hingga saat ini belum ada laporan kasus influenza A (H3N2) Subclade K di Kabupaten Situbondo. Meski demikian, aku dia, upaya pencegahan tetap dilakukan, terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas dalam kota maupun yang baru kembali dari luar kota.

“Hingga saat ini belum ada laporan resmi. Namun kami tetap memberikan imbauan kepada masyarakat agar menjaga kesehatan ?dan mau melakukan pemeriksaan kesehatan. Termasuk pengecekan suhu tubuh sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit. Selain itu juga termasuk virus super flu,” imbau dr Sandy.

dr Sandy menambahkan, masyarakat Kabupaten Situbondo harus memiliki kesadaran sendiri, apabila merasa kondisi tubuh kurang sehat, seperti demam, batuk, atau gejala flu lainnya, segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo menyiagakan seluruh puskesmas serta memperkuat koordinasi dengan rumah sakit. Kita juga sudah menyiapkan seluruh fasilitas kesehatan untuk siaga,” papar dr Sandy.

Tak hanya itu, dr Sandy juga meminta, warga untuk segera melaporkan apabila menemukan pasien dengan gejala yang mengarah pada penyakit menular, termasuk super flu, guna dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Berita Terkait :  Kapolres Bojonegoro Tinjau Pemenuhan Gizi Anak di Desa Sumodikaran

dr Sandy juga memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan pasien yang terpapar virus super flu. Meski demikian, urainya, Dinkes Situbondo terus melakukan berbagai langkah antisipatif secara aktif dan berkelanjutan untuk mencegah potensi penyebaran penyakit pernapasan.

?”Langkah tersebut meliputi penguatan surveilans kesehatan dan pemantauan kasus ISPA dan influenza di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Selain itu juga melakukan peningkatan kesiapsiagaan puskesmas dan rumah sakit dalam pelayanan kasus penyakit pernapasan, serta penerapan standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI),” kata dr. Sandy.

dr Sandy menjelaskan bahwa, di Kabupaten Situbondo sampai saat ini belum ada bukti secara laboratorium atau terkonfirmasi sebagai super flu (H3N2). Untuk itu Dinas Kesehatan Situbondo memantau kasus influenza melalui laporan SARI (Severe Acute Respiratory Infection) dan ILI (Influenza Like Illness).

“Saya juga menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan melakukan etika batuk yang benar, gunakan masker jika sakit dan datang ke fasilitas kesehatan jika mengalami sakit. Upaya yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan memantau perkembangan kasus Influenza di sentinel Like Illness (ILI) dan kasus Severe Acute Respiratory Infection (SARI),” tutur dr Sandy.

Selanjutnya, sambung dr Sandy, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Dinkes Provinsi Jatim dan BBLKM Surabaya terkait data sentinel ILI/SARI, untuk memantau aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) mingguan dan memantau pelaporan hasil pemeriksaan spesimen di aplikasi NAR.

Berita Terkait :  Peringati HUT Bhayangkara ke-78, Polres Situbondo Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP

“Dinkes Situbondo juga memberikan edukasi atau promosi kepada masyarakat tentang etika batuk dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Khusus penggunaan masker, sangat dianjurkan. Saat mobilitas, sebaiknya menghindari kerumunan, terutama dalam ruangan tertutup. Kami juga melakukan upaya pencegahan spesifik berupa vaksin influenza,” pungkas mantan Direktur RSUD Besuki itu.[awi.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru