27 C
Sidoarjo
Monday, February 23, 2026
spot_img

Dindik Jatim Tuntaskan Seleksi Kepala SMA Taruna, Perketat Seleksi, Siapkan Pemimpin Sekolah Berkarakter


Dindik Jatim, Bhirawa
Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur merampungkan seluruh tahapan seleksi calon kepala sekolah (cakep) SMA Negeri Taruna di Jawa Timur. Dari 39 pendaftar, sebanyak 15 kandidat dinyatakan lolos hingga tahap penelusuran akhir (pantukhir) yang dilaksanakan pada 18 Februari 2026 lalu.

Saat ini terdapat enam SMA Negeri Taruna di Jawa Timur. Dua sekolah masih dipimpin pelaksana tugas (Plt), yakni SMAN 5 Taruna Brawijaya dan SMAN 2 Taruna Bhayangkara. Selain mengisi posisi tersebut, seleksi ini juga dipersiapkan untuk kebutuhan kepala sekolah yang akan kosong akibat masa pensiun dan berakhirnya masa jabatan pada 2027.

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menyebut, pada tahap terakhir yakni panthukir pihaknya berkesempatan secara langsung untuk melakukan proses seleksi pada calon kandidat cakep.

Fokus penilaian tersebut meliputi penerapan integritas kepemimpinan, pola Pendidikan Ketarunaan yaitu akademik, extrakurikuler, displin (etika) dan intrakurikuler dalam rangka peningkatan prestasi, serta pola administrasi terukur bagi GTK.

“Saya tidak mau asal-asalan memilih cakep untuk menjaga kualitas SMAN Taruna. Karena tidak semua kepala sekolah bisa memimpin sekolah Taruna. Ada beban moral, dan tanggung jawab besar karena sekolah Taruna kami siapkan untuk membentuk calon pemimpin bangsa yang berkarakter,”ucap Aries, Senin (23/2).

Dalam proses pemilihan Cakep ini, Dindik Jatim melakukan tiga tahapan seleksi secara ketat. Disebutkan Aries, tahapan seleksi itu dimulai dengan pembukaan dan penjaringan kandidat.

Berita Terkait :  Pj Wali Kota Batu Beri Kepedulian Tumbuh Kembang Pelajar Usia Dini

Kandidat yang dimaksud, katanya, merupakan kepala sekolah definitif atau yang sedang menjalankan Plt di SMA Taruna Jawa Timur yang tersebar di 24 Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jawa Timur.

“Kami juga meninjau pemberkasan atau seleksi administrasi, verifikasi kelayakan dokumen, rekam jejak, dan prasyarat formal hingga terpilih 15 calon kandidat SMA Taruna Jawa Timur,”jabar Aries.

Tahapan seleksi berikutnya, adalah uji kompetensi. Ke-15 calon kandidat cakep yang telah lolos pada tahap administrasi, harus mampu memaparkan gagasan dengan presentasi, sesi wawancara dan studi kasus. Pada tahap uji kompetensi ini, kandidat diuji melalui dialog mendalam, pemaparan gagasan, dan studi kasus kepemimpinan pendidikan. Proses penilaian ini dilakukan oleh dewan pendidikan, akademisi, dan TNI/Polri.

Seleksi kemudian dilanjutkan dengan tahap job shadowing atau observasi lapangan yang dilaksanakan di sekolah rujukan, yakni SMAN Taruna Nala Jawa Timur. Dalam tahap ini, kandidat dinilai kecocokannya dengan kultur berasrama dan tantangan operasional sekolah Taruna.

“Untuk observasi lapangan, kami ingin melihat kecocokan para kandidat dengan kultur berasrama atau ketarunaan dan tantangan operasional sekolah Taruna. Pada tahap ini dipantau kinerja, kolaborasi, kemampuan mengambil keputusan, keterampilan berpikir kritis, serta diminta menyusun proyek transformasi kepemimpinan,”papar Kadindik lulusan IPDN ini.

Terakhir adalah seleksi Pantukhir (penelusuran akhir atau tahap final). Di seleksi terakhir ini, ke-15 kandidat diuji langsung dalam tiga sesi dengan setiap sesinya 5 orang. Penguji dihadiri langsung oleh Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai.

Berita Terkait :  Wabup Rizal, Lepas 30 Anggota Pramuka ke World Muslim Scouts Jambore

Tahapan seleksi ini, berisi terkait penggalian aspek akademik atau non-akademik cakep, visi kepemimpinan, komitmen pembentukan karakter, serta strategi penguatan budaya disiplin & prestasi, dan ide-ide yang tertuang di proyek tranformasi kepemimpinan dan hasil talent DNA.

“SMA Negeri Taruna ini merupakan cita-cita ibu Gubernur dalam menelurkan generasi pemimpin dari Jawa Timur sekaligus dalam menyiapkan Indonesia Emas. Kita ingin menjaga kualitas yang sudah terbangun selama ini. Jadi memang proses seleksi itu kita lakukan secara ketat dan jeli.

Sementara itu, Kabid GTK Dindik Jatim Ety Prawesti menambahkan, setelah tahapan pantukhir rampung, kandidat terbaik akan menerima penetapan dan penugasan melalui surat keputusan (SK) sesuai sekolah tujuan.

Terkait persyaratan khusus, Ety menegaskan jika dalam uji kompetensi, setiap kandidat diwajibkan memaparkan visi dan strategi kepemimpinan, rencana penguatan karakter ketarunaan, disiplin, nasionalisme, dan prestasi, serta memiliki program prioritas yang terukur (quick wins dalam rencana 1 tahun atau 3 tahun yang dilengkapi dengan agumentasi berbasis data/konteks sekolah Taruna.

“Kriteria kunci kepala SMA Negeri Taruna meliputi integritas dan keteladanan karakter, kepemimpinan berdisiplin khas ketarunaan, visi kebangsaan, kemampuan manajerial, serta kecakapan membangun budaya disiplin dan kepemimpinan berkarakter ketarunaan serta prestasi, termasuk kemampuan berkolaborasi dengan mitra seperti TNI/Polri. Jadi kandidat harus memiliki kriteria ini untuk bisa memimpin sekolah Taruna ini,”tegas Ety. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru