Dindik Jatim, Bhirawa
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di sekolah setelah rangkaian libur hari raya Idul Fitri.
Ia mengatakan wacana penerapan kegiatan belajar mengajar secara hibrid (daring dan luring) dibatalkan karena mempertimbangkan aspek akademik dan penguatan pendidikan karakter para murid.
“Sesuai hasil rapat lintas kementerian pada 23 Maret, pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter,” kata Mendikdasmen Mu’ti saat dihubungi di Jakarta, Rabu (25/3).
Sementara itu, Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur tetap menggelar pembelajaran tatap muka atau luring tetap menjadi prioritas demi menjaga kualitas pendidikan.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat bersama kepala bidang, UPT, hingga kepala cabang dinas wilayah untuk menyerap masukan dari SMA, SMK dan SLB negeri dan swasta se-Jatim.
“Hampir semua kepala sekolah berharap efisiensi energi ini tidak berdampak pada pendidikan. Karena saat pandemi Covid-19, kami merasakan penurunan kualitas belajar dan peningkatan kenakalan remaja,” ujarnya saat di Grahadi, Surabaya, Rabu (25/3).
Aries menilai pembelajaran luring tetap penting karena siswa mendapat pengawasan langsung dari guru selama di sekolah. Ia khawatir jika siswa belajar penuh dari rumah, pengawasan akan berkurang, terutama bagi orang tua yang bekerja. “Kalau satu hari penuh di rumah, pengawasannya bisa kurang. Apalagi jika orang tuanya bekerja penuh waktu,” jelasnya. [ina.wwn]


