28 C
Sidoarjo
Monday, April 6, 2026
spot_img

Dindik Jatim Dorong SMK Kerja di Luar Negeri, Jepang jadi Tujuan Favorit, 3.400 Murid Jatim Disiapkan Ikuti Program

Dindik Jatim, Bhirawa
Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim mendorong penguatan program SMK Go Global. Program dari Kementerian KoordinatorPerberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI/BP2MI) memberi kesempatan lulusan SMK dalam memperluas serapan tenaga kerja yang berasal dari lulusan sekolah.

Sebagai salah satu upaya, Dindik Jatim telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul agar lulusan siap bersaing di pasar kerja internasional.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan sejak awal pihaknya telah meminta seluruh SMK untuk tidak hanya membekali siswa dengan kemampuan dasar, tetapi juga kompetensi profesional yang sesuai kebutuhan dunia kerja, termasuk peluang di luar negeri.

“Dari awal kita sudah meminta seluruh SMK menyiapkan SDM yang tidak hanya mampu secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional. Terutama untuk pangsa pasar luar negeri,” ujarnya, Senin (6/4).

Ia menyebut respons sekolah cukup positif. Banyak SMK telah melakukan persiapan jauh hari, termasuk membekali siswa dengan pengalaman dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Minat murid untuk mengikuti program ini juga dinilai tinggi, didukung kemampuan yang memadai.

Menurut Aries, kemampuan bahasa menjadi faktor kunci dalam seleksi.

“Bahasa menjadi modal utama agar mereka bisa bersaing,” tambahnya.

Dindik Jatim juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memenuhi kuota program yang diberikan.

Berita Terkait :  Hadirkan Tabby Shop, Coach Beri Sentuhan New York dalam Gaya Klasik Modern

“Kami menyambut baik kuota yang diberikan dan siap memenuhinya,” tegasnya.

Ia menekankan program ini menjadi salah satu upaya untuk menekan angka pengangguran lulusan SMK.

“Jangan sampai SMK menjadi penyumbang pengangguran. Padahal kapasitas dan kompetensi yang dimiliki sudah mumpuni,” katanya.

Ditambahkan, Kepala Bidang SMK Dindik Jatim, Anny Saulina, sebanyak 3.400 siswa dari 117 lembaga telah dipetakan untuk mengikuti program ini. Sedangkan negara tujuan SMK Go Global dikatakan Anny terbanyak memilih Jepang.

“Mereka sudah kami hadirkan dan pada prinsipnya telah mendapatkan pemetaan serta pelatihan. Untuk bahasa sebenarnya sudah ada bekal, namun mereka juga berharap ada dukungan tambahan,” ujarnya.

Anny menambahkan, siswa juga mengusulkan adanya bantuan pelatihan bahasa dari direktorat, dengan estimasi kebutuhan sekitar Rp10 juta per siswa. Program ini dibuka pada 4-14 April dan diperuntukkan bagi siswa kelas 12, dengan harapan setelah lulus dapat mengantongi dua sertifikat kompetensi.

Di tingkat nasional, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyatakan program SMK Go Global telah dilaksanakan pada akhir 2025 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Program ini membuka peluang kerja di berbagai sektor seperti welder, hospitality, hingga caregiver, dengan tujuan memberikan pekerjaan layak dan perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

“Peluang kerja di luar negeri sangat terbuka, termasuk di Jerman, Turki, dan Jepang bagi tenaga kerja dengan keterampilan tertentu,” ujarnya.

Berita Terkait :  Kemendikdasmen Buka Pendaftaran TKA SD dan SMP Tahun 2026

Program SMK Go Global juga diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran lulusan SMK. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 1,63 juta lulusan SMK saat ini masih menganggur dan belum melanjutkan pendidikan.

Melalui program ini, pemerintah akan memberikan subsidi pelatihan keterampilan dan bahasa guna meningkatkan kesiapan lulusan untuk bekerja di luar negeri. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!