32 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Dinas Pendidikan Gerak Cepat Usulkan Anggaran Rehabilitasi


Tulungagung, Bhirawa
Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung bergerak cepat dalam penanganan rusaknya gedung SDN 1 Talunkulon akibat gempa yang terjadi Selasa (27/1). Mereka langsung melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terkait kondisi bangunan di sekolah yang berlokasi di wilayah Kecamatan Bandung itu, Rabu (28/1).

“Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, kerusakan bangunan sekolah dikategorikan sebagai kerusakan sedang, Kerusakan meliputi plafon pada beberapa titik serta retakan pada dinding bangunan,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Sukowinarno saat meninjau langsung di SDN 1 Talunkulon.

Namun demikian, lanjut dia, kegiatan belajar mengajar masih dapat dilaksanakan dengan pengaturan ruang dan penerapan langkah mitigasi sementara.

“Hal ini dilakukan demi keselamatan peserta didik,” tambahnya.

Sukowinarno menyebut tinjauan langsung ke SDN 1 Talunkulon bersama di antaranya Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Dwi Teguh Teguh Prasetya, untuk memastikan kondisi riil bangunan serta langkah penanganan yang harus segera diambil pascakejadian.

“Sebagai bentuk respons cepat, Dinas Pendidikan segera mengusulkan anggaran pembenahan dan rehabilitasi ruang kelas terdampak, agar proses perbaikan dapat segera direalisasikan dan lingkungan belajar kembali aman, nyaman, dan layak,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menandaskan Dinas Pendidikan Tulungagung juga terus berkoordinasi dengan instansi teknis terkait guna mendukung proses asesmen lanjutan. Selain melaksanakan pembenahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji, mengungkapkan setelah dilakukan asesmen oleh BPBD Kabupaten Tulungagung, gedung SDN 1 Talunkulon mengalami sejumlah kerusakan. Yakni, bangunan ruang kelas 4, 5 dan 6 kolom bangunannya retak sepanjang 1-2 meter di tiga titik, bangunan ruang kelas 5 dan 6 lantai geser selebar kurang lebih 1 centimeter sepanjang 14 meter serta beberapa plafon ambrol di ruang kelas 5 dan 6.

Berita Terkait :  Gandeng Instruktur Profesional, Dindik Matangkan Keterampilan Siswa Lewat Inkubator

“Sementara untuk kegiatan belajar mengajar masih bisa dilakukan. Tetapi saran kami agar plafonnya dilepas sekalian semua. Ini supaya tidak membahayakan. Khawatir ada gempa lagi dan itu membahayakan,” tuturnya.

Sudarmaji mengatakan hasil asesmen dari BPBD Kabupaten Tulungagung akan segera dilaporkan ke Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. “Hari ini kami laporkan ke Bapak Bupati,” pungkasnya. [wed.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru