Batu Songgong, yang terletak di dusun Sumber Tumpeng, desa Margopatut kecamatan Sawahan Nganjuk
Nganjuk, Bhirawa.
Di Desa Sumber Tumpeng, Kecamatan Sawahan, Nganjuk dentuman 2011 belum sepenuhnya menjadi masa lalu. Lereng Gunung Wilis pernah bergetar tidak meletus, tetapi bersuara. Warga mendengarnya. Tanah merasakannya.
Penjelasan ilmiah datang cepat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena itu sebagai gempa tektonik dangkal. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menilai dentuman kemungkinan berasal dari pergerakan atau tumbukan blok batuan bawah tanah yang mengalami pelapukan bukan aktivitas vulkanik.
Secara sains, kasus ditutup: bukan letusan, bukan tanda gunung bangun dari tidur panjang di gunung purba dengan tinggi 2.500 Mdpl yang membentang dari 5 kabuapten seperti Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganjuk dan Kediri.
Ada keyakinan lama: suatu hari air Telaga Ngebel di Ponorogo akan “berpindah” ke wilayah mereka. Ritual larung sesaji disebut menjadi bukti simbolik, kembang dan sesaji yang hanyut dipercaya tembus dan sampai ke kawasan sekitar desa. Kepercayaan ini hidup, diwariskan, dan membentuk cara warga membaca tanda-tanda alam.
“Itu cerita dari para pendahulu, orang-orang sepuh. Mitosnya memang telaga Ngebel di Ponorogo tembus dengan tempat yang bernama telagan Sumber Tumpeng.”ungkap Kamituwo Sumber Tumpeng saat di konfirmasi, Jumat (27/02/2026)
Kini, di wilayah yang menyimpan dua narasi lmiah dan kultural muncul dengan rencana pembangunan Bendungan Margopatut oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan Pemda melalui Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nganjuk sejak tahun 2008 silam.
Bappeda Nganjuk melakukan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED). Di mana dua itu merupakan tahap krusial dalam perencanaan konstruksi. FS bertujuan menilai kelayakan proyek (teknis, ekonomis, hukum) sebelum diputuskan untuk lanjut, sedangkan DED adalah pembuatan gambar teknis detail, spesifikasi material, dan RAB sebagai panduan akhir konstruksi. FS dilakukan pertama, disusul DED.
Dimana di tahun 2025 kemarin Bappeda menganggarkan Rp 4 Miliar untuk pekerjaan jasa konsultasi review FS dan Rp 3,2 miliar untuk DED di tahun 2020.
Proyek Strategis atau Ujian Geologi?
Secara administratif dan teknis, bendungan adalah instrumen rasional: pengendali banjir, penyedia irigasi, cadangan air baku. Ia dibangun dengan beton, baja, dan perhitungan hidrologi.
Tidak dengan mitos. Tetapi fakta geologi tak bisa dihapus dari peta.
Kaki Wilis adalah zona dengan dinamika tektonik lokal. Dentuman 2011 menjadi catatan bahwa energi bawah tanah di wilayah ini pernah dilepaskan dalam bentuk gempa dangkal. Skala kecil, memang. Namun cukup untuk mengingatkan bahwa tanah ini bukan hamparan pasif.
Membaca Tanda Sebelum Terlambat
Bendungan Margopatut berdiri atau akan berdiri di persimpangan sains, sejarah geologi, dan warisan keyakinan. Menertawakan mitos adalah sikap tergesa. Mengabaikan risiko adalah kelalaian.
Di kaki Wilis, bumi pernah berdehem. Pertanyaannya kini sederhana dan serius:
Apakah kita sudah cukup mendengar sebelum mulai membendung? (dro.hel).


