Surabaya, Bhirawa
44 kampus tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Jawa Timur menyepakati menunda sementara aksi turun ke jalan. Kesepakatan tersebut di putuskan disebabkan sejumlah kota semkain tidak kondusif, mencekam dan terdapat laporan sweeping dari pihak apparat, Senin (1/9).
Koordinator Wilayah BEM SI Jatim, Muhammad Aqomaddin, menjelaskan bahwa keselamatan para mahasiswa dan anggota menjadi prioritas utama. “Kita melihat situasi semakin mencekam, juga mendapat kabar dari kawan-kawan terdapat sweepingan dari pihak apparat, makah dari itu untuk sekarang kita lebih fokus untuk stay safe,” jelas Addin sapa akrabnya.
Lanjut Addin, BEM SI Jatim terdapat 44 BEM universitas yang kita naungi, dan delapan terdapat di Surabaya seperti Unair, ITS, UHT, PENS, PPNS, Ubaya, Telkom University, dan Poltekkes, memastikan terus memantau isu-isu yang berkembang di pemerintahan dan kepolisian.
“Perjuangan masih Panjang, kita diskusikan lagi dalam forum internal, dan menyatakan aksi mahasiswa di sejumlah kota pada sampai hari ini tidak berada di bawah koordinasi BEM SI Jatim” ucapnya.
Addin menambahakan bahwa pihaknya tetap terus memberikan dukungan moral kepada mahasiswa lain yang menyuarakan aspirasi rakyat, tidak mengigatkan menghidari anakisme. “Kami imbau kawan-kawan supaya menghindari tindakan-tindakan anarkis, Tetap stay safe buat kawan-kawan perjuangan,” imbuhnya.
BEM SI Jatim yang sempat menggelar aksi demonstrasi bersama elemen mahasiswa lainnya di depan Mapolda Jatim, Mapolrestabes hingga Gedung Negara Grahadi untuk menyoroti berbagai isu nasional, termasuk dugaan pelanggaran hak asasi manusia serta tuntutan terhadap transparansi aparat penegak hokum. [ren.wwn]

