26 C
Sidoarjo
Tuesday, March 24, 2026
spot_img

Daya Saing Kota Batu Lampaui Rata-Rata Nasional


Kota Batu, Bhirawa
Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Pemerintah Kota Batu pada tahun 2025 tercatat mencapai skor 3,92. Skor ini menunjukkan daya saing Kota Batu melampaui skor rata-rata nasional. Dengan skor ini maka seharusnya masyarakat bisa merasakan dampak nyata pembangunan.

Diketahui, skor ISDS Pemkot Batu tahun 2025 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang berada di angka 3,81. Dan skor tersebut berada di atas rata-rata nasional sebesar 3,50. Skor tahun 2025 yang mencapai 3,92 sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Timur yang mencapai 3,91.

Peningkatan skor daya saing daerah menunjukkan arah pembangunan Kota Batu yang semakin positif. Dan seharusnya capaian tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Indeks daya saing bukan sekadar angka atau ajang perlombaan. Ini menjadi alat kontrol bagi kita untuk memastikan kebijakan dan program pembangunan benar-benar berdampak pada masyarakat,” ujar Nurochman, Wali Kota Batu, Selasa (24/3).

Berdasarkan hasil analisis IDSD 2025, Kota Batu memiliki sejumlah pilar kekuatan utama yang menjadi fondasi daya saing daerah. Pilar Pasar Produk mencatat skor sempurna 5,00. Hal ini mencerminkan aktivitas perdagangan dan UMKM yang sangat dinamis.

Kemudian pilar Adopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga menunjukkan kinerja sangat baik dengan skor 4,99. Hal ini menandakan dukungan infrastruktur digital yang kuat dalam menunjang aktivitas ekonomi.

Berita Terkait :  Ratusan Warga Malang Raya Ikuti Layanan Kesehatan Gratis Alfamidi

Selain itu, pilar Institusi memperoleh skor 4,68 yang mencerminkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berorientasi masa depan. “Adapaun untuk pilar Keterampilan mencatat skor 4,50 yang menunjukkan kualitas sumber daya manusia Kota Batu yang semakin kompetitif,” tambah Nurochman.

Diketahui, Kota Batu yang mayoritas wilayahnya berupa lahan pertanian dan kawasan hutan membuat Daerah ini memiliki banyak destinasi wisata dengan keunikannya. Kondisi ini memunculkan geliat UMKM yang kini jumlahnya lebih dari 30.000 pelaku UMKM.

Dengan banyaknya geliat pelaku UMKM ini, Pemkot Batu telah mengadakan kerja sama untuk pengembangan usaha mikro. Dan salah satunya dilakukan melalui Program Pembiayaan dan Pemberdayaan bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI).

Berkaitan dengan hal tersebut Pemkot Batu telah membuat Master of Understanding (MoU) atau Nota Kesepakatan Bersama dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kemenkeu RI di Jakarta. MoU ini menjadi tonggak penting untuk memperluas akses permodalan yang inklusif dan mendukung pemberdayaan UMKM Kota Batu.

Kini UMKM Kota Batu terus menunjukkan perkembangan signifikan. Bahkan beberapa di antarannya telah mampu memperluas pasar hingga skala ekspor. [nas.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!