27 C
Sidoarjo
Thursday, April 9, 2026
spot_img

Dari Pengabdian ke Persaudaraan, Kisah Hangat Komunitas Soedron yang Tak Lekang Waktu


Semangat Kebersamaan Tak Pudar, Soedron Jadi Ruang Berbagi dan Peduli

Oleh:
Diana Rahmatus S, Kota Surabaya

Suasana hangat dan penuh keakraban terasa dalam halal bihalal (HBH) Komunitas Soedron, sebuah paguyuban purna tugas pejabat eselon II Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan mantan Bupati/Walikota.

Mengusung tema “Kebersamaan Terasa Indah Ketika Dijalani dan Indah Pula Ketika Dikenang”, pertemuan ini menjadi ruang nostalgia sekaligus penguat ikatan persaudaraan yang telah terjalin puluhan tahun. Kegiatan ini digelar di Aula Rumah Makan Jos Gandos Surabaya, Kamis (9/4).

Di tengah canda, tawa, dan pelukan hangat, hadir tokoh-tokoh senior Jawa Timur seperti Gubernur Jatim tahun masa jabatan 2009-2019 Soekarwo atau yang akrab disapa Pakde Karwo, Gubernur Jatim masa jabatan 1998-2008 Imam Utomo, serta Wagub Jatim masa jabatan 2003-2008 Soenarjo.

Kehadiran mereka bukan sekadar reuni, tetapi juga menjadi pengingat akan perjalanan panjang pengabdian bagi pembangunan daerah.

Dalam suasana yang sarat makna, pesan-pesan kebijaksanaan pun mengalir. Dalam sambutannya, Gubernur Jatim masa jabatan 1998-2008 Imam Utomo mengutip filosofi pewayangan tentang pentingnya etika dan tata laku dalam kehidupan.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut tetap relevan, terlebih di tengah dinamika sosial dan ekonomi saat ini.

Ia juga menyinggung pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Tuhan (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas).

Menurutnya, setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadan dengan khusyuk, momen ini menjadi saat yang tepat untuk kembali memperkuat kepedulian sosial terutama bagi masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok saat ini.

Berita Terkait :  Sumenep Berhasil Tekan Angka Stunting Hingga 16,7 Persen Selma 4 Tahun

“Kalau harga bahan pokok naik, masyarakat kecil yang paling terdampak. Di sinilah kita harus hadir, minimal dengan membuka peluang kerja atau memperkuat jejaring sosial,” ujarnya.

Imam Utomo juga menyebut komunitas ini sebagai kumpulan orang-orang yang “gila bersosialisasi” dalam arti positif yakni mereka yang tak lelah berbuat kebaikan dan menjaga silaturahmi.

“Usia boleh di atas 60 tahun, tapi semangat kebersamaan tetap luar biasa. Ini yang harus dijaga,” tuturnya.

Pesan serupa juga mengalir dari mantan Gubernur Jatim, Soekarwo. Ia mengaku bahagia melihat kekompakan anggota Soedron. Bahkan ia mengajak semua keluarga besar Sodron menjaga silaturahmi dan mengenang masa saat masih dengan jabatan masing-masing.

“Di tengah kondisi saat ini, kita butu seorang techonkrasi atau birokrat yang sudah berpengalaman dalam menguasai teknologi di tengah cuaca kemarau saat ini. Bapak ibu pejuang pembangunan yang sudah lama, seperti Pak Imam Utomo dan pak Soenarjo. Mudah-mudahan dengan pengalaman bapak-ibu ini bisa membantu persoalan ini,”urainya.

Sementara itu, Lurah Paguyuban Soedron, Cipto Budiono, menjelaskan bahwa komunitas ini lahir pada 2016 sebagai wadah mempererat hubungan para pejabat yang telah purna tugas.

Berawal dari kebersamaan dalam “satu petarungan” selama bertahun-tahun mengabdi, mereka sepakat menjaga tali persaudaraan agar tidak terputus.

“Di sini tidak ada lagi sekat jabatan. Semua setara. Yang membedakan hanya etika. Yang sepuh dihormati, yang muda tetap menghargai dan dibimbing,” jelasnya.

Berita Terkait :  Dukung Program Presiden Prabowo, Kota Batu Bikin Program KWB Makan Bergizi Gratis

Kini, Soedron memiliki lebih dari 180 anggota aktif, terdiri dari mantan pejabat eselon II, kepala daerah, hingga birokrat senior. Meski telah memasuki masa purna tugas, mereka tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari pengajian, tausiyah, hingga penggalangan dana saat terjadi bencana.

Bagi mereka, masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan babak baru untuk tetap hadir di tengah masyarakat dengan cara yang berbeda. Kebersamaan yang dulu terjalin dalam tugas kini bertransformasi menjadi ikatan persahabatan yang hangat dan bermakna.

Di penghujung acara, harapan sederhana pun terucap agar silaturahmi ini terus terjaga dan mereka dapat kembali bertemu dalam suasana Lebaran di tahun-tahun mendatang. Sebab bagi mereka, kebersamaan bukan hanya indah untuk dijalani, tetapi juga akan selalu indah untuk dikenang. [ina.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!