Surabaya, Bhirawa
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya tidak hanya mempelajari teori di bangku kuliah, tetapi juga mengimplementasikan ilmunya secara langsung melalui Program Surabaya Mengajar 8. Program ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan komunikasi humanis dan keterampilan pedagogis di lingkungan sekolah.
Program Surabaya Mengajar merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan dengan terlibat langsung dalam aktivitas pendidikan di sekolah-sekolah Surabaya.
“Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Surabaya Mengajar 8, mahasiswaProdi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Hadi Firman Zyah ditempatkan di SMP Negeri 19 Surabaya. Di sekolah tersebut, mahasiswa tidak hanya membantu proses belajar mengajar, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan administrasi perpustakaan, seperti penataan buku, pendataan koleksi, serta membantu menciptakan lingkungan literasi yang lebih tertata dan nyaman bagi siswa.
Selain fokus pada administrasi perpustakaan, mahasiswa juga membantu proses pembelajaran di kelas ketika terdapat guru yang berhalangan hadir. Dalam situasi tersebut, mahasiswa berperan mendampingi siswa, menjaga kondusivitas kelas, serta membantu menyampaikan materi atau aktivitas pembelajaran sesuai arahan sekolah. Peran ini menuntut kemampuan komunikasi yang baik, empatik, dan adaptif terhadap kondisi siswa.
Pendekatan komunikasi humanis menjadi aspek penting dalam setiap kegiatan. Mahasiswa belajar membangun interaksi yang terbuka dan menghargai karakter siswa, baik saat berada di perpustakaan maupun di dalam kelas. Komunikasi yang ramah dan partisipatif terbukti membantu menciptakan suasana belajar yang nyaman serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan sekolah.
Komunikasi humanis tidak hanya sebatas penyampaian informasi, tetapi juga mencakup kemampuan memahami kebutuhan dan respons emosional siswa. Mahasiswa belajar menyesuaikan cara berkomunikasi dengan latar belakang dan kemampuan siswa yang beragam, sehingga tercipta interaksi yang inklusif dan mendukung proses belajar secara optimal.
Program Surabaya Mengajar 8 tidak hanya memberikan manfaat bagi sekolah dan siswa, tetapi juga berdampak besar bagi pengembangan kompetensi mahasiswa. Melalui pengalaman ini, mahasiswa mengasah keterampilan interpersonal, tanggung jawab, kerja sama tim, serta kemampuan beradaptasi dalam menghadapi dinamika lingkungan sekolah.
Pengalaman keterlibatan langsung di sekolah memberikan pengalaman berharga yang tidak diperoleh di ruang kelas perkuliahan. “Melalui Surabaya Mengajar, saya belajar bagaimana berkomunikasi secara efektif dengan siswa dan pihak sekolah, sekaligus memahami peran nyata mahasiswa dalam mendukung dunia pendidikan,”.
Ke depan, Program Surabaya Mengajar diharapkan terus menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, sekaligus sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan dunia profesional, khususnya di bidang pendidikan, komunikasi, dan pengabdian masyarakat. [why]


