26 C
Sidoarjo
Sunday, March 22, 2026
spot_img

Dari Dapur ke Medan Juang: Teatrikal “Bu Dar Mortir” Hidupkan Sisi Lain Pertempuran Surabaya

Surabaya, Bhirawa

 Kota Surabaya kembali menghadirkan pertunjukan sejarah yang sarat nilai perjuangan melalui teatrikal bertajuk “Bu Dar Mortir: Suara Dapur di Balik Pertempuran Surabaya.”

 Kegiatan yang digelar pada hari Minggu (15/2) di kawasan Monumen Tugu Pahlawan ini disambut antusias masyarakat yang memadati area sejak pagi. Pertunjukan dibuka dengan pembacaan syair perjuangan sebelum pementasan dimulai.

 Teatrikal ini merupakan kolaborasi komunitas Roodebrug Soerabaia (RB) bersama pelajar SMA 22 Surabaya. Melalui pementasan berdurasi sekitar 40 menit, cerita disusun untuk menyoroti peran dapur umum dan perempuan pejuang sebagai kekuatan logistik dalam Pertempuran Surabaya, sekaligus mengangkat sosok Bu Dar Mortir yang selama ini jarang disorot dalam narasi sejarah populer.

 Ketua komunitas Roodebrug Soerabaia (RB) sekaligus sutradara pementasan, Satrio Sudarso, menjelaskan bahwa karakter Bu Dar Mortir berangkat dari kisah nyata perempuan yang berjuang melalui dapur umum. Ia menuturkan bahwa keberadaan logistik menjadi faktor penting yang memungkinkan para pejuang tetap bertahan di medan pertempuran.

 “Kita tidak hanya bicara soal perang, tetapi juga logistik yang mencukupi kebutuhan makan dan minum para pejuang,” jelasnya.

 Selain itu, ia menyebut pemilihan tema ini bertujuan memperkenalkan sisi lain perjuangan kepada masyarakat sekaligus mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan nilai-nilai sejarah.

 Emosi penonton memuncak saat adegan dapur umum digambarkan tetap berjalan meski dalam situasi serangan. Pemeran Bu Dar Mortir, Bunda Hani, merasakan adegan tersebut sebagai inti dari semangat perjuangan yang ingin disampaikan. Ia menggambarkan situasi itu sebagai bentuk keteguhan perempuan yang tetap menjalankan perannya demi para pejuang. “Kami tetap tidak boleh mundur, karena kalau berhenti masak para pejuang bisa kelaparan,” ujarnya.

Berita Terkait :  Jelang Pilkada, Pj Wali Kota Malang Ajak Seluruh Komponen Jaga Kondusifitas

 Menurutnya, tokoh Bu Dar Mortir mencerminkan keberanian perempuan yang berjuang bukan dengan senjata, melainkan melalui peran vital di balik layar.

Dari sisi penonton, pementasan ini juga menghadirkan perspektif baru. Dzaki, salah satu pengunjung, mengaku baru mengetahui tokoh tersebut setelah menyaksikan pertunjukan. “Saya baru tahu sekarang kalau ada tokoh seperti Bu Dar Mortir,” katanya. Ia berharap kegiatan serupa terus digelar agar generasi muda semakin mengenal sejarah kotanya sendiri.

 Melalui pengemasan cerita yang kuat, visual yang hidup, serta pendekatan emosional, teatrikal ini menjadi pengingat bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya terjadi di garis depan, tetapi juga di dapur-dapur perjuangan yang menopang keberlangsungan perlawanan. Mg8.wwn

Penulis: Revani Amalia P. S. (MG 8)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!