25 C
Sidoarjo
Thursday, January 22, 2026
spot_img

Cuaca Ekstrim, Seluruh Aktivitas Jalur Laut di Sumenep Ditutup Sementara

Sumenep, Bhirawa.
Seluruh aktivitas pelayaran laut dari Pelabuhan Kalianget Kabupaten Sumenep ke sejumlah pelabuhan ditutup sementara. Hal itu dikarenakan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Keris beberapa pekan terakhir ini. Penutupan dilakukan menyusul imbauan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait larangan berlayar hingga waktu yang belum ditentukan.
Kepala UPTD Pelabuhan Kalianget, Sahma mengatakan, salah satu dampak dari penutupan pelayaran tersebut yakni pemberangkatan kapal laut dari Pelabuhan Kalianget menuju Pulau Raas yang dijadwalkan pada Kamis (22/01) terpaksa ditunda. Imbauan keselamatan tersebut berlaku untuk seluruh rute pelayaran yang beroperasi dari Pelabuhan Kalianget.

“Adapun rute yang terdampak meliputi Kalianget-Kangean menggunakan kapal Hulalo, Kalianget-Raas-Jangkar, Kalianget-Sapudi, serta rute menuju Pelabuhan Jangkar. Seluruh kapal yang dijadwalkan berangkat pada hari ini dipastikan tidak diizinkan berlayar hingga kondisi cuaca dinyatakan aman,” kata Sahma, Kamis (22/01).

Ia menjelaskan, perubahan jadwal keberangkatan dilakukan secara otomatis setelah diterbitkannya imbauan resmi dari BMKG. Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. “Begitu ada imbauan larangan berlayar dari BMKG, seluruh jadwal keberangkatan otomatis menyesuaikan. Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihak pelabuhan telah menyampaikan informasi penundaan pelayaran kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi resmi. Dengan penyampaian informasi yang cepat, sebagian besar calon penumpang telah mengetahui pembatalan sejak dini. “Alhamdulillah tidak terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan karena masyarakat sudah mendapatkan informasi lebih awal,” tegasnya.

Berita Terkait :  Sektor Pertanian Menguat, Daya Beli Petani Jawa Timur Naik

Sahma juga mengapresiasi sikap masyarakat yang dinilai cukup memahami kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi membahayakan pelayaran. Ia berharap seluruh pihak dapat bersabar hingga kondisi laut kembali normal. Pihak UPTD Pelabuhan Kalianget juga menyampaikan keprihatinan kepada warga kepulauan yang terdampak penundaan, khususnya mereka yang harus tertahan di daratan atau bermalam di rumah keluarga maupun tempat penampungan sementara. “Kami tidak bisa apa-apa, hanya bisa memberikan informasi kepada masyarakat. Kalau sudah cuaca membaik, kami pasti memberikan informasi lanjutan,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, cuaca ekstrem tersebut juga berdampak pada aktivitas ekonomi, sosial, serta mobilitas warga kepulauan yang selama ini sangat bergantung pada transportasi laut. Meski demikian, penghentian sementara dinilai sebagai langkah tepat untuk menghindari risiko kecelakaan laut. “Dampak sosial dan ekonomi pasti ada, tapi kami tetap memprioritaskan keselamatan dulu,’ katanya.

Sahma juga mengimbau kepada masyarakat agar terus memantau informasi resmi dari pihak pelabuhan maupun BMKG terkait perkembangan cuaca. Pihak pelabuhan memastikan seluruh armada dan petugas siap kembali beroperasi normal setelah larangan berlayar dicabut dan kondisi dinyatakan aman. “Kami dan Pemerintah daerah berharap seluruh warga terdampak tetap dalam kondisi aman serta diberikan kemudahan selama menunggu aktivitas pelayaran dibuka kembali,” tukasnya.[sul.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru