Kabupaten Pasuruan, Bhirawa
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir memicu dampak serius di Kabupaten Pasuruan. Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Rabu (5/3) malam mengakibatkan puluhan pohon tumbang di 11 kecamatan, serta kerusakan belasan rumah warga. Dan satu orang dilaporkan mengalami luka berat akibat tertimpa pohon.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menunjukkan, fenomena cuaca ini terjadi merata di hampir separuh wilayah kabupaten. Tercatat ada 24 titik pohon tumbang yang tersebar di Kecamatan Winongan, Grati, Bangil, Rejoso, Gondangwetan, Sukorejo, Kraton, Lekok, Lumbang, Purwodadi dan Pandaan.
Kecamatan Winongan menjadi wilayah terdampak paling parah dengan tujuh titik kejadian, disusul Grati dengan lima titik dan Rejoso sebanyak tiga titik. Sisanya tersebar di beberapa kecamatan lain dengan intensitas satu hingga dua kejadian per wilayah.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, peristiwa ini murni dipicu oleh faktor anomali cuaca yang ekstrem. ”Sejak sore hingga malam, hujan terus turun dengan intensitas tinggi disertai angin kencang selama lebih dari dua jam. Hal ini yang mengakibatkan daya dukung lingkungan tak mampu menahan beban angin, sehingga terjadi pohon tumbang massal di 11 kecamatan,” katanya, saat dikorfirmasi, Kamis (5/3) siang.
Bencana ini juga memakan korban jiwa. Seorang warga Kecamatan Prigen bernama Zulfatul Rohma Mahfiro dilaporkan tidak sadarkan diri setelah tertimpa pohon tumbang. Korban mengalami cedera serius di bagian kepala dan patah tulang kaki. Saat ini, korban tengah menjalani perawatan intensif di RS Prima Husada.
Selain pohon tumbang, terjangan angin puting beliung juga merusak pemukiman warga. BPBD mencatat sedikitnya 16 rumah di sembilan kecamatan mengalami kerusakan dengan kategori sedang hingga berat. Wilayah Kecamatan Purwodadi mencatat kerusakan terbanyak dengan enam rumah warga yang terdampak.
Tak hanya hunian, fasilitas publik pun turut terkena dampak. Atap Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lekok dilaporkan ambrol akibat cuaca buruk tersebut.
”Kini tim kami terus melakukan asesmen di lapangan untuk validasi data kerusakan. Hasilnya akan segera kami laporkan kepada Bapak Bupati dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna langkah penanganan lebih lanjut,” kata Sugeng.
Mengingat kondisi atmosfer yang masih belum stabil, Pemkab Pasuruan meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan ketika hujan mulai turun.
Masyarakat diimbau untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar, baliho maupun tiang listrik saat hujan deras disertai angin. Termasuk juga harus memantau informasi cuaca secara berkala melalui saluran resmi BMKG maupun BPBD. Hingga melakukan pemangkasan dahan pohon di sekitar pemukiman yang dirasa sudah terlalu rimbun atau rapuh.
”Intinya, kewaspadaan harus ditingkatkan. Jangan memaksakan perjalanan jika cuaca memburuk karena risiko di jalan raya saat ini cukup tinggi,” tandas Sugeng. [hil.fen]


