31 C
Sidoarjo
Tuesday, March 3, 2026
spot_img

China Tanggapi Penutupan Selat Hormuz, Bantah Jual Rudal ke Iran

Beijing, Bhirawa

Pemerintah China menanggapi penutupan Selat Hormuz oleh Garda Revolusi Iran menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke negara tersebut.

“Selat Hormuz dan perairan sekitarnya merupakan jalur perdagangan internasional yang penting bagi barang dan energi,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Senin (2/3).

Ia menambahkan bahwa China “mendesak pihak-pihak terkait segera menghentikan operasi militer, menghindari eskalasi, dan mencegah dampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi global.”

Mao menegaskan keamanan dan stabilitas kawasan merupakan kepentingan bersama komunitas internasional.

Ia juga menyatakan serangan AS-Israel terhadap Iran tidak memiliki otorisasi Dewan Keamanan PBB dan melanggar hukum internasional.

“China sangat prihatin atas dampak yang meluas di kawasan. Kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara-negara Teluk harus dihormati sepenuhnya. Kami mendesak semua pihak menghentikan operasi militer dan mencegah penyebaran konflik,” kata Mao.

China mendukung negara-negara kawasan meningkatkan komunikasi dan koordinasi guna menjaga perdamaian dan stabilitas, katanya.

Ia menegaskan China menentang penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional serta pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan negara lain.

“Prioritas saat ini adalah segera menghentikan operasi militer dan mencegah meluasnya konflik. China siap bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mendorong dialog dan negosiasi,” katanya.

Terkait laporan pembelian rudal anti-kapal supersonik CM-302 buatan China oleh Iran, Mao membantah kabar tersebut.

Berita Terkait :  Gus Fawait Terima SK Rekomendasi PKS, Makin Mantap Maju di Pilbup Jember 2024

“Pemberitaan itu tidak benar. China selalu mematuhi kewajiban internasionalnya dan menentang penyebaran disinformasi,” katanya.

Iran menutup Selat Hormuz setelah diserang AS dan Israel pada Sabtu (28/2). Langkah itu dinilai akan mengganggu pelayaran dan perdagangan energi global.

Sejumlah perusahaan membatalkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair (LNG). Kapal-kapal dilaporkan menumpuk di sekitar pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab.

Selat Hormuz, yang terletak di antara Oman dan Iran, merupakan jalur vital bagi pasar energi global. Sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia melewati selat tersebut.

Sejak selat itu ditutup, harga minyak di pasar Asia naik sekitar 13 persen menjadi 80 dolar AS per barel dan berpotensi menembus 100 dolar AS jika penutupan berlangsung lama. [ant.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!