24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Cerita Humanis Personil Satpolairud Polres Situbondo di Tengah Cuaca Ekstrem


Bantu Nelayan Berjualan Pisang Ditengah Malam Demi Mencukupi Kebutuhan Keluarga
Oleh:
Sawawi, Kabupaten Situbondo

Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang laut yang tinggi terus melanda perairan Selat Madura serta pesisir Pantai Utara Situbondo dalam beberapa pekan terakhir Ini. Tak pelak kondisi memprihatinkan ini membuat aktivitas para nelayan Situbondo untuk melaut lumpuh total.

Kondisi ini memaksa para nelayan mencari penghasilan alternatif demi menyambung hidup keluarga. Salah satunya dilakukan oleh Gondrong, seorang nelayan asal Kalbu, Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo. Karena tidak bisa menangkap ikan akibat cuaca buruk, ia memilih banting setir menjadi pedagang pisang.

“Ya, pisang tersebut saya beli dari Pulau Sapudi untuk kemudian dijual kembali di Situbondo. Asal dapat untung (untuk nafkah), apapun saya lakukan. Yang pasti, saya tiap hari harus memenuhi kebutuhan isteri dan anak. Hasilnya lumayan untuk ukuran saat ini,” ungkap Gondrong.

Ahmad, kolega Gondrong memiliki pendapat yang sama menyikapi kondisi ekonomi pelaut saat ini. Asal bisa memperoleh pendapatan yang halal, Ahmad rela menjadi kuli bangunan di Situbondo. Bagi Ahmad, libur mencari ikan karena terhambat cuaca ekstrem sangat memukul dirinya bersama keluarga.

“Tidak apa apa menjadi kuli bangunan sementara waktu asal ada penghasil untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Nanti kalau cuaca sudah normal saya siap untuk melaut mencari ikan kembali. Karena saat ini gelombang laut kurang bersahabat, ya terpaksa berhenti dahulu mencari ikan,” sebut Ahmad.

Berita Terkait :  Antisipasi Genangan, Pemkot Surabaya Koordinasi Lintas Dinas Atasi Masalah di SDN Ujung V

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie melalui Kasatpolairud AKP Gede Sukarmadiyasa membenarkan bahwa cuaca saat ini sangat berisiko bagi keselamatan jiwa nelayan.

Sebagai bentuk kepedulian “Polisi Penolong”, personel Satpolairud tampak turun langsung membantu nelayan, termasuk membantu mengangkat tumpukan pisang dagangan mereka ke atas motor.

AKP Gede Sukarmadiyasa menjelaskan bahwa pihaknya secara ekstra terus memberikan pembinaan agar nelayan tidak memaksakan diri melaut jika prakiraan BMKG menyatakan cuaca ekstrem. Jika nantinya cuaca mulai reda, nelayan diwajibkan menggunakan life jacket serta membawa alat komunikasi sebagai antisipasi kendala di tengah laut.

“Kami menekankan agar nelayan mencari pekerjaan alternatif yang halal, seperti menjadi buruh tani atau berdagang, sambil menunggu cuaca normal kembali. Itu harapan kami agar terhindar dari kecelakaan laut,” terang AKP Gede.

Selain keselamatan, Satpolairud juga mengeluarkan imbauan tegas terkait penggunaan bantuan subsidi pemerintah salah satunya BBM bersubsidi. Para nelayan diminta untuk tidak meminjamkan barcode pembelian BBM bersubsidi kepada orang lain meski sedang tidak melaut.

“Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dan penyelewengan BBM bersubsidi yang dapat merugikan banyak pihak. Semoga cuaca ekstrem ini cepat berlalu sehingga para nelayan dapat beraktivitas kembali seperti biasa untuk menafkahi keluarga,” harap AKP Gede. [awi.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru