Pemkab Ponorogo, Bhirawa.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko melakukan penanaman serentak sebanyak 4.550 bibit pohon di Dukuh Guyangan Desa Tegurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Selasa (11/2).
Bersama Wakil Bupati Lisdyarita, 15 kelompok relawan, dan masyarakat sekitar, Bupati menanam berbagai jenis pohon penyimpan air. Langkah ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan lingkungan.
“Terutama dalam menyerap dan menyimpan air saat musim hujan. Sehingga waktu hujan, air tidak turun cepat dalam bentuk air bah. Air yang tersimpan dapat digunakan pada musim kemarau,” kata Bupati.
Hilangnya tanaman yang bisa menangkap air saat hujan membuat durasi waktu kekeringan makin panjang. Dengan penanaman ribuan pohon itu, diharapkan 10 tahun ke depan pohon sudah tumbuh optimal dan berfungsi sebagai resapan.
“Mari semuanya, kita harus aktif merawat pohon agar terus hidup dan memberi manfaat yang berkelanjutan. Kita bersama – sama merawat pohon ini agar bisa tumbuh dengan baik,” ungkapnya.
Selain menanam pohon, Pemkab berencana membangun sumur dalam di area tersebut. Ini merupakan solusi jangka pendek untuk mengatasi kekeringan. Ini bersifat sementara sampai tanaman bisa berfungsi penuh sebagai resapan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun, menjelaskan Desa Tugurejo menjadi salah satu desa di Ponorogo yang sering dilanda kekeringan.
“Kekeringan terjadi akibat pergeseran vegetasi. Kawasan yang semula ditumbuhi tanaman penyimpan air kini berubah menjadi lahan tanaman produktif yang tidak mampu menyerap dan menyimpan air dalam jumlah besar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Masun menerangkan bahwa BPBD memilih jenis pohon dengan akar panjang yang mampu menyerap dan menyimpan air dalam skala besar, di antaranya alpukat, durian, jambu biji, jambu air, pete, sirsak, dan tabebuya. [yan.kt]