26 C
Sidoarjo
Thursday, February 26, 2026
spot_img

Cegah Bullying, Pemkot Surabaya Intensifkan DASH di Sekolah


Surabaya, Bhirawa
Pemkot Surabaya mengadakan Dinamika Arek Suroboyo Hebat (DASH) di SMP Negeri 56 dan SMP Negeri 4 Surabaya.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, bertujuan mencegah kenakalan remaja hingga perundungan atau bullying di kalangan pelajar, Kamis (26/2).

Kepala DP3A-PPKB Kota Surabaya, Ida Widayati menejalaskan ini adalah kegiatan program inovasi DP3A-PPKB bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak hingga remaja soal perundungan (bullying) hingga perilaku kenakalan remaja.

“Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak usia sekolah dasar dan menengah pertama serta Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah (SD-SMP sederajat) tentang pentingnya mencegah perilaku kenakalan remaja, bullying, dan kekerasan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” jelasnya.

Lanjut Ida mengukapkan bahwa pembekalan pengetahuan digelar oleh DP3A-PPKB di 1.213 titik sekolah SD-SMP sederajat, baik negeri maupun swasta di Kota Surabaya. “Pesertanya dari siswa-siswi sebanyak 100-150 anak dari masing-masing sekolah, dan Pemkot menggandeng sejumlah instansi seperti Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Polrestabes Kota Surabaya, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya, hingga instansi di luar pemerintahan atau Non-Governmental Organization (NGO), serta melibatkan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam setiap kegiatan DASH,” tuturnya.

Adanya program tersebut bisa memberikan wawasan yang lebih luas terhadap anak-anak hingga remaja. Terutama, bagi pelajar SD-SMP sederajat di Kota Surabaya. Melalui program ini, ia juga Anak-anak sampai remaja dapat terhindar dari bahaya kenakalan remaja, aksi perundungan, kekerasan sampai dampak negatif penggunaan media sosial (medsos), tambah Ida, mencegah kenakalan remaja tidak cuman membutuhkan peran aktif guru di lingkungan sekolah saja, tetapi perlu pendampingan dan kerja sama antara orang tua, masyarakat, dan pemerintah.

Berita Terkait :  Jawab Tantangan Global, Untag Surabaya Buka Tiga Prodi Unggulan

“Dengan dukungan sinergi berbagai pihak, maka secara tidak langsung membangun sistem perlindungan bagi anak yang berkelanjutan ke depannya, hal tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan indikator Kota Layak Anak (KLA) dan penguatan citra Surabaya sebagai kota yang peduli pada perlindungan anak dan pembangunan karakter generasi muda,” imbuhnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru