28 C
Sidoarjo
Wednesday, March 18, 2026
spot_img

Capai Rp106,3 Triliun, Kawasan Ekonomi Khusus Gresik Serap 30 Persen Investasi Nasional

External Relation and Special Economic Zone Director KEK Gresik, Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti

Gresik, Bhirawa.
External Relation and Special Economic Zone Director KEK Gresik Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti mengatakan. Hingga 2025, Kawasan Ekonomi Khusus Gresik (KEK). Berhasil menyerap investasi sebesar Rp106,3 triliun, atau sekitar 30 persen dari total investasi seluruh KEK di Indonesia yang mencapai Rp336 triliun.
Sebagai salah satu kawasan industri strategis nasional, dalam mendorong hilirisasi industri dan memperkuat rantai pasok dalam negeri.

Menurutnya, realisasi investasi tersebut berasal dari periode 2021 hingga 2025. Sementara sebelum ditetapkan sebagai KEK, kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) telah mencatat investasi sebesar Rp5,2 triliun.

“Secara akumulatif, total investasi sebelum dan sesudah penetapan KEK mencapai Rp111,5 triliun. Juga memberikan dampak ekonomi di tingkat daerah, terlihat dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Yang naik dari 77,30, pada 2021 menjadi 79,69 pada 2025.” ungkapnya.

Pada ketenagakerjaan tingkat pengangguran Gresik, juga menurun dari 8,00 persen menjadi 5,47 persen dalam lima tahun terakhir. Seiring bertambahnya lapangan kerja, dari industri yang beroperasi di kawasan. KEK tidak hanya fokus pada investasi, tetapi juga menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Menyasar pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, lingkungan, serta pembangunan infrastruktur sosial.

“Program CSR, dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar kawasan industri. Dengan kontribusi investasi yang mencapai hampir sepertiga dari total nasional, dinilai terus memperkuat perannya sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.”ujanya.

Berita Terkait :  DPRD Jatim Bongkar Kekurangan Gaji dan Tunjangan Guru Rp15,5 Miliar

Sementara Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso menyatakan. Bahwa kondisi ekonomi makro Indonesia masih terjaga dengan baik, indikator seperti indeks keyakinan konsumen, sektor ritel, serta daya beli masyarakat juga menunjukkan tren positif. Menandakan fundamental ekonomi nasional, tetap kuat di tengah dinamika global.

“Indikator makro menunjukkan kondisi yang cukup solid, inflasi tetap terkendali. Sementara Purchasing Managers’ Index (PMI) berada di atas level 53, salah satu yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir,” paparnya.

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengatakan, bahwa KEK secara nasional terus menunjukkan kinerja positif dalam menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja. Sepanjang 2025, realisasi investasi di 25 KEK di Indonesia mencapai Rp82,6 triliun atau 98 persen dari target. Dari sisi ketenagakerjaan, kawasan KEK berhasil menyerap 88.541 tenaga kerja, melampaui target yang ditetapkan.

“Ini menunjukkan KEK semakin efektif, sebagai instrumen untuk mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja di daerah.,” jelasnya.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Moh. Edy Mahmud mengatakan, bahwa KEK berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Melalui peningkatan investasi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja. Dan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen pada 2029, dengan KEK sebagai salah satu motor penggerak utama. (kim.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!