Kasubag TU Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso-Situbondo, Muhammad Syarifudin mewakili Kacabdin Slamet Riyadi didampingi Kepala SMADA Nikmatil Hasanah, saat potong pita HUT ke-49, Sabtu (14/2). sawawi/bhirawa
Situbondo, Bhirawa
SMAN 2 Situbondo atau yang biasa di sebut SMADA PRIMA mendapatkan apresiasi luar biasa dari Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Bondowoso-Situbondo, Sabtu (14/2). Pujian itu dicetuskan Kepala Cabdindik Wilayah Bondowoso-Situbondo Slamet Riyadi melalui, Kasubag TU, Muhammad Syarifudin dalam acara puncak HUT SMADA ke-49, kemarin.
Menurut Syarif, sapaan akrab Muhammad Syarifudin, SMADA Situbondo sudah lama dikenal sebagai salah satu sekolah berprestasi di Kota Santri Situbondo. “Untuk itu saya mendukung penuh upaya SMADA Situbondo yang selalu konsisten meraih prestasi di dunia pendidikan,” ujar Syarif, disela sela memberikan sambutan dihadapan guru dan pengurus komite sekolah kemarin.
Mantan guru di SMAN 1 Tapen, Bondowoso itu melanjutkan, tidak ada kata yang tepat diucapkan Cabdindik Wilayah Bondowoso, selain mengucapkan selamat atas hari jadi SMADA Situbondo yang ke-49. “Kedepan kami berharap SMAN 2 Situbondo semakin sukses dalam meraih prestasi,” terang Syarifudin.
Mantan reporter radio swasta itu menegaskan, indikator sekolah sukses itu ada dua. Pertama, sebut Syarif, sebuah sekolah mampu meluluskan siswa siswinya dalam meraih prestasi. Oleh karena itu HUT harus dimaknai dua bagian, yaitu instrospeksi,” sambut Syarif.
Artinya, Syarif kembali menambahkan, dalam usia 49 tahun apa saja yang dilakukan serta kekurangan apa saja yang ada di SMADA ini. Lalu, ujar dia, adalah harapan dengan makna warga Situbondo di tujukan ke SMADA. “Maka dari itu siapkan untuk program anak anak Situbondo ini. Sehingga keberadaan SMADA PRIMA menjadi bagian dari program Situbondo naik kelas,” imbuh Syarifudin.
Disisi lain, Kepala SMADA PRIMA, Nikmatil Hasanah menimpali, dalam kegiatan puncak Hari Jadi ke-49, pihaknya menerjunkan 1200 orang yang berasal dari siswa, guru, staf dan pengurus komite, ikut turun ke jalan raya untuk mensukseskan parade prima nusantara.
“Kegiatan parade prima Nusantara ini merupakan wujud nyata kecintaan kami kepada budaya asli Situbondo karena kontingen pertama yang berangkat adalah kontingen adat budaya Situbondo. Lalu menyusul dibelakang kami adalah kontingen adat 29 Provinsi se-Indonesia,” ulas mantan Kepala SMAN 5 Jember itu.
Kenapa 29 Provinsi ? Nikmah memaparkan, karena jumlah rombongan belajar (rombel) yang ada di SMAN 2 Situbondo sebanyak 30 rombel. “Kegiatan parade prima Nusantara diadakan sebagai bentuk nyata cinta tanah air dari para siswa siswi kami. Sekaligus ingin mengenang nostalgia masa lalu dan sudah lama tidak mengadakan event parade yang murni mengangkat budaya-budaya asli Indonesia,” tutur Nikmah.
Intinya, urai Nikmah, dirinya mengajak kepada semua elemen, mulai warga, guru dan komite untuk mengenang momen belasan tahun lalu yang selalu rutin diadakan. “Mudah mudahan momen ini terus berkelanjutan karena dengan adanya 1200 peserta, sudah bisa menghidupkan kembali keberadaan tata rias salon di Situbondo dan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat Situbondo,” pungkas mantan Kepala SMAN 1 Kapongan, Situbondo itu. awi.wwn

