Gresik, Bhirawa
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau langsung proses pengolahan kolak ayam (Sanggring), di area Masjid Jami’ Sunan Dalem Desa Gumeno.
Apresiasi tradisi merupakan warisan budaya Islam, yang saat ini telah berusia sekitar 501 tahun. Dan tradisi bukan sekadar acara makan bersama, simbol kepatuhan spiritual dan penghormatan terhadap perjuangan dakwah Sunan Dalem putra Sunan Giri.
“Sejarah kolak ayam berawal dari kebiasaan Sunan Dalem, yang membuat masakan ini sebagai obat untuk mengobati sakitnya saat membuat Masjid di Desa Gumeno dalam menyebarkan Islam. Resep tersebut ternyata mujarab, karena bisa menyembuhkan sakitnya Sunan Dalem termasuk warga sekitar,”ujarnya.
Sanggring kolak ayam harus terus dilestarikan, sebagai kuliner warisan leluhur. Hidangan ini juga diyakini memiliki khasiat sebagai obat, juga mengajak generasi muda yang ada di Desa Gumeno untuk diberikan wawasan seputar tradisi kolak ayam. Sehingga menjadi suatu tradisi yang diharapkan bakal terus bertahan, di tengah gerusan kemajuan Gresik sebagai kota industri.
“Tradisi kolak ayam sebagai wujud apresiasi, serta melestarikan budaya peninggalan Sunan Dalem. Salah satu tokoh penyebar agama islam di pesisir utara Gresik, sekitar 1541 masehi,”ungkapnya.
Ditambahkan Fandi Akhmad Yani, bahwa Tahun 2019. Tradisi ini, telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak benda Indonesia (WBTbI) oleh pemerintah. Yang memperkuat identitas sosial dan religi masyarakat Gresik.
Tradisi pembuatan kolak ayam tiap malam ke-23 di bulan Ramadan, tahun ini menghabiskan 240 ekor ayam, 225 kg bawang daun. Dan 525 butir kelapa, 650 kg gula merah, 50 kg jinten bubuk akan disajikan sebanyak 3000 untuk porsi tamu. [kim.kt]


