Situbondo, Bhirawa
Aksi dua siswa sekolah dasar (SD) di Desa Sumberargo, Kecamatan Sumbermalang, Situbondo, menarik perhatian pemerintah daerah. Laporan keduanya terkait jembatan rusak akibat banjir direspons langsung oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dengan meninjau lokasi Rabu (25/3).
Dua siswa tersebut adalah Alif dan Siska, dengan menyampaikan kondisi jembatan yang rusak melalui siaran langsung di media sosial. Laporan itu segera mendapat perhatian dan ditindaklanjuti oleh bupati dengan turun langsung ke lapangan.
Setibanya di lokasi, bupati yang akrab disapa Mas Rio itu mengaku bangga atas keberanian kedua siswa tersebut. Ia menilai langkah mereka menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
“Ini anak kecil, satu kelas 4 SD dan satunya kelas 5. Sudah memperjuangkan kepentingan masyarakat tentang jembatan. Luar biasa. Saya bangga,” kata Mas Rio.
Kata Mas Rio, Desa Sumberargo sendiri merupakan wilayah terpencil di Kecamatan Sumbermalang. Kawasan ini berada di ujung wilayah pegunungan Argopuro dan dikenal sebagai salah satu desa paling jauh dari pusat pemerintahan kabupaten.
“Kita sedang di Desa Sumber Argo. Ini desa terakhir di Kecamatan Sumber Malang, paling jauh. Saya pernah sekali ke sini,” ujarnya.
Mas Rio menjelaskan, kunjungan dirinya kali ini dipicu laporan langsung dari kedua siswa terkait kerusakan jembatan yang diterjang banjir. Ia menyebut laporan tersebut menjadi alasan dirinya kembali mendatangi desa tersebut.
“Hari ini saya dipanggil lagi sama Siska, sama Alif, yang mengabarkan kalau ada banjir, jembatannya hancur. Anak SD sudah berani memperjuangkan,” tuturnya.
Mas Rio sempat menanyakan alasan keberanian mereka menyampaikan laporan tersebut. Menurutnya, jawaban yang diberikan menunjukkan ketulusan dan kepedulian terhadap desa.
“Saya tanya kenapa berani? Demi desa katanya. Wah, luar biasa. Terima kasih ya,” ucapnya.
Mas Rio juga mengapresiasi dampak dari aksi kedua siswa tersebut yang mampu menggerakkan perhatian berbagai pihak. Sejumlah pejabat daerah hingga aparat keamanan turut hadir meninjau kondisi di lokasi.
“Datanglah bupati, kepala dinas, pak camat, semua pejabat datang ke sini. Ada pak kapolsek juga datang. Berkat anak ini,” katanya.
Dalam kunjungan itu, pemerintah daerah memastikan akan segera mengkaji kebutuhan penanganan jembatan yang rusak. Upaya bantuan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Kita datang sekarang, kita lihat apa yang bisa kita bantu,” ujar Mas Rio.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, untuk menjaga aktivitas warga tetap berjalan, masyarakat setempat secara swadaya membangun jembatan darurat dari kayu. Jembatan tersebut digunakan sebagai akses sementara bagi warga yang melintas di wilayah tersebut. [awi.kt]


