Pemkab Probolinggo, Bhirawa
Bupati Probolinggo, Gus Haris, melakukan monitoring lapangan terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satu titik yang dikunjungi yakni SPBU Tongas, Selasa (23/12).
Dalam pengecekan tersebut, Bupati memastikan stok BBM dalam kondisi aman serta pelayanan pengisian berjalan normal. Selain mengecek ketersediaan, tim juga melakukan tera untuk memastikan takaran BBM sesuai ketentuan.
“Alhamdulillah, hasil pengecekan tera masih dalam batas toleransi yang ditetapkan. Stok BBM juga aman. Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang dirugikan, terutama selama masa libur Nataru,” ujar Gus Haris di sela kegiatan.
Menurutnya, pemantauan tidak hanya dilakukan di SPBU Tongas, tetapi juga akan dilanjutkan ke sejumlah SPBU lain di wilayah tengah dan timur Kabupaten Probolinggo. Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi BBM merata dan tidak terjadi kelangkaan.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang melakukan perjalanan selama Nataru tidak terkendala persoalan BBM. Prinsipnya jangan sampai ada kehabisan stok. Karena itu, kami minta pengelola SPBU bijak dan segera melakukan pemesanan saat stok mulai menipis,” tegasnya.
Sementara itu, Sales Branch Manager II Malang Pertamina, Andi Reza Ramadhan, menyampaikan bahwa secara umum kondisi stok BBM di SPBU Tongas berada dalam kondisi aman. Ketahanan stok Pertalite mencapai dua hari, sedangkan Pertamax hingga lima hari dengan stok sekitar 6.000 liter dan penjualan harian sekitar 1.000 liter. “Untuk Biosolar, stok tersedia sekitar 20.000 liter dengan penjualan harian 10.000 liter. Sedangkan Dexlite stok sekitar 2.000 liter dengan penjualan kurang lebih 3.000 liter per hari,” jelas Andi.
Ia menambahkan, khusus produk solar, permintaan cenderung menurun seiring berkurangnya aktivitas industri selama libur akhir tahun. Namun demikian, Pertamina tetap berkomitmen menjaga ketersediaan BBM di seluruh SPBU. “Pengiriman solar untuk SPBU se-Kabupaten Probolinggo dalam satu tahun mencapai sekitar 43 ribu kiloliter. Sementara untuk Pertamax, pengiriman bersifat fleksibel sesuai permintaan, dan selama Nataru diperkirakan naik sekitar 5 hingga 10 persen,” ungkapnya.
Pemantauan ketersediaan BBM ini akan terus dilakukan hingga masa libur Natal dan Tahun Baru berakhir guna menjamin kelancaran aktivitas dan mobilitas masyarakat.[fir.ca]

