Pasuruan, Bhirawa
Kebijakan baru dari pemerintah pusat terkait efisiensi energi bakal segera bergulir. Mulai bulan ini, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia, termasuk di lingkungan pemkab/pemkot dan provinsi, bakal menerapkan sistem kerja dari rumah alias work from home (WFH) satu hari dalam sepekan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan pun bergerak cepat merespons rencana tersebut. Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo menegaskan bahwa pihaknya siap menjalankan instruksi tersebut.
Namun, ia menekankan bahwa penerapan di lapangan harus sinkron dengan kebijakan di tingkat regional.
“Pemkab Pasuruan akan berkoordinasi dulu dengan Pemprov Jawa Timur. Ini penting untuk memastikan hari kerja mana yang akan ditetapkan sebagai jadwal WFH nantinya,” tandas Bupati yang akrab disapa Mas Rusdi, Rabu (1/4).
Bagi Pemkab Pasuruan, semangat penghematan energi sebenarnya bukan barang baru. Jauh sebelum instruksi pusat turun, Mas Rusdi menyatakan pihaknya sudah memasang sudah kuda-kuda.
Salah satunya melalui instruksi ketat kepada seluruh OPD (organisasi perangkat daerah) untuk melakukan konservasi energi secara mandiri.
“Kami sudah siapkan dengan matang. Sejak awal, kami sudah minta ASN tertib mematikan AC dan lampu di ruang kerja kalau memang sudah tidak digunakan. Jadi, budaya hemat energi ini tinggal kita perkuat lewat skema WFH nanti,” tegas Mas Rusdi.
Meski ASN bakal bekerja dari rumah, politikus Gerindra tersebut memberikan warning keras. Dia mengharamkan adanya penurunan kualitas pelayanan publik, terutama yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian warga.
Ada enam sektor pelayanan dasar yang ditegaskannya tidak boleh kendor sedikit pun. Yakni urusan pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, layanan permukiman, ketertiban dan keamanan hingga urusan sosial.
“Prinsipnya, efisiensi energi wajib jalan, tapi pelayanan rakyat nomor satu. Enam layanan dasar itu tidak boleh terganggu sama sekali. Masyarakat harus tetap terlayani dengan maksimal,” papar Mas Rusdi. [hil.dre]


