Kab Malang, Bhirawa
Kunjungan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dalam rangka peresmian SMA Taruna Nusantara, di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, pada Selasa (13/1) kemarin, hal ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terhormat. Sehingga dengan keberadaan sekolah tersebut, maka Kabupaten Malang semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia.
“SMA Tarunan Nusantara dibangun di wilayah Kabupaten Malang, bertujuan untuk mencari anak-anak bangsa Indonesia yang memiliki kapasitas akademis yang unggul untuk dibina, dan diberi kesempatan yang terbaik sehingga dapat meraih ilmu pengetahuan dengan cepat,” tutur Bupati Malang HM Sanusi, Rabu (14/1), kepada wartawan.
Tentunya, dia katakan, hal ini sebagai anugerah untuk Pemkab Malang dan masyarakat Kabupaten Malang, karena di wilayah Kabupaten Malang ada dibangun SMA Taruna Nusantara. Sedangkan di Indonesia ini, ada tiga SMA Taruna Nusantara yang sudah berdiri, yakni di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), dan Cimahi, Jawa Barat (Jabar). Sehingga dengan berdirinya SMA Taruna ini akan mendorong yang khususnya masyarakat Kabupaten Malang dan lainnya, untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Meski, lanjut Sanusi, SMA Taruna Nusantara yang berada di wilayah Kecamatan Pagak masih baru, namun perkembangan SMA Taruna Nusantara Malang ini cepat dan bagus sekali, serta mampu mendorong lembaga pendidikan yang lain untuk meniru dan meningkatkan kualitas. Sehingga dirinya berharap, anak-anak asal Kabupaten Malang bisa sekolah di SMA Taruna Nusantara. “Untuk itu, kami meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang agar meningkatkan kualitas pendidikan, supaya anak-anak di Kabupaten Malang mendapatkan kesempatan bersekolah di SMA Taruna Nusantara,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Malang Sanusi juga menyampaikan, jika dirinya saat bertemu Presiden Prabowo di acara peresmian SMA Taruna Nusantara, pada hari Sabtu kemarin, juga mengusulkan agar Jalan Tol Malang-Kepanjen agar dapat segera direalisasikan. Karena untuk bisa segera terealisasi Pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen tinggal menunggu tanda tangan Presiden Prabowo Subianto.
“Ada kabar baik dari Menteri Pekerja Umum (PU), bahwa Jalan Tol Malang-Kepanjen, realisasi pembangunannya tinggal menunggu tanda tangan Presiden, yang pembangunannya akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 33 triliun,” terangnya.
Pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen, pernah disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Budiar Anwar, jika pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen, nantinya ada penyusunan ulang Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan. Hal itu karena biaya pembangunan yang sebelumnya dinilai cukup tinggi yakni lebih dari Rp 10 triliun. Maka lelang proyek akan dibuka pada tahun 2026 ini. Dan jika sudah dilakukan lelang, pembangunannya dapat segera dilaksanakan pada tahun 2027 mendatang.
“Saat sosialisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang 2025, pada waktu lalu, pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen sudah tercantum dalam RPJMD Kabupaten Malang 2025-2029 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Malang 2025-2045,” tuturnya. [cyn.wwn]

