Situbondo, Bhirawa
Bupati Situbondo Mas Rio memimpin langsung kegiatan rakor (rapat koordinasi) APBDes, di pendopo rakyat, Kamis pagi (26/3). Ikut hadir, diantaranya Wabup, PJ Sekda, seluruh pimpinan OPD dan Camat serta Kabag dilingkungan Sekretariat Pemkab Situbondo.
Usai acara Bupati Mas Rio sempat ditanya wartawan tentang sikap WFH (work from home) untuk ASN Kabupaten Situbondo ? Kata Mas Rio, Situbondo tidak perlu memberlakukan WFH untuk ASN karena tidak berdampak.
“Ya, Situbondo seperti arahan Presiden Prabowo Subianto belum perlu melaksanakan WFH bagi ASN, karena belum berdampak,” tegas Mas Rio.
Masih kata Mas Rio, secara nasional, dampak tersebut bisa terasa, tetapi untuk Kabupaten Situbondo tidak perlu menerapkan WFH. “Ya seperti disampaikan Sesmenko itu, bahwa WFH untuk peningkatan kinerja secara maksimal saja. Dari semula ASN yang bekerja lima hari, satu harinya di pakai WFH. Mungkin nasional ya berpengaruh, tapi belum parah. Kita mitigasi itu. Itu sampai kapan perang selesai kita juga tidak tahu. Semoga perang cepat selesai,’’ tutur Mas Rio.
Ketika disinggung pesan apa saja yang disampaikan dalam rakor bersama Kades se-kabupaten Situbondo, Mas Rio mengaku dirinya bersama Wabup merupakan manusia politik.
“Beda misalnya dengan para kades bukan manusia politik. Kan kadang berbeda cara membangun Situbondo, makanya perlu sinergi,” terang Mas Rio.
Pria yang suka turun langsung menemui rakyatnya itu menambahkan, pertemuan dengan Kades se-Situbondo merupakan bentuk sinergitas dan momen saling memaafkan ditengah hari raya Idhul Fitri 1447 H. Mas Rio juga segera membuat program baru bersama Satgas dengan nama Jelong (Jelen Bullong, bahasa Madura).
“Ya nanti disini ada tiga Satgas dan saling keterkaitan antara Satgas satu dengan yang lain. Nah, ketika nanti ada jalan bolong kita langsung turun ke lapangan. Sementara ini yang sering turun kan saya. Makanya kita laksanakan setelah PAK, karena masyarakat selalu minta perbaikan jalan. Kita memang harus kreatif,” pungkas Mas Rio. [awi.dre]


