34 C
Sidoarjo
Tuesday, March 10, 2026
spot_img

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Masjid dan RT/RW Perluas Perlindungan Pekerja Informal

Gresik, Bhirawa

BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal melalui pendekatan berbasis komunitas. Dengan menggandeng pengurus masjid serta perangkat RT dan RW, pihaknya berharap perlindungan dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat lingkungan tempat tinggal.

Komitmen ini ditunjukkan melalui kegiatan penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja informal di Perumahan Eramas 2000 Jakarta Timur. Pada kesempatan yang sama, juga diberikan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris peserta yang telah meninggal dunia.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menyampaikan, pihaknya terus berusaha menghadirkan layanan jaminan sosial dengan pendekatan jemput bola agar lebih dekat dengan masyarakat.

“Banyak pekerja informal seperti tetangga, pedagang, hingga pengurus lingkungan yang masih rentan belum terlindungi. Melalui lingkungan terdekat, mereka dapat saling mengingatkan dan mengajak untuk menjadi peserta,” ujarnya.

 “Kami ingin memastikan layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor layanan, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat agar semakin banyak pekerja yang terlindungi,” tambahnya.

 Santunan Jaminan Kematian masing-masing senilai Rp42 juta diberikan kepada ahli waris almarhum Drs. Suswoyo (Dewan Masjid Indonesia Kecamatan Duren Sawit), almarhum Hadi Alamsyah (pengurus RT/RW Kelurahan Pondok Kelapa), serta almarhumah Ratna (pedagang).

 “Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2025, pemerintah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja, dan jaminan kematian bagi peserta BPU. Ini menjadi momentum bagi pekerja informal untuk mendapatkan perlindungan dengan iuran yang terjangkau,” jelas Saiful Hidayat.

Berita Terkait :  Ketua Dewan Berpulang, Sekretariat DPRD dan Anggota Dewan Ikut Berduka

 Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gresik Purwantono mengatakan, pendekatan berbasis komunitas sangat relevan untuk memperluas perlindungan pekerja di daerah. “Kami akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi agar semakin banyak pekerja sektor informal yang terlindungi,” ujarnya.

 “Di Gresik, banyak pekerja informal seperti pedagang, nelayan, hingga pelaku UMKM yang aktivitasnya dekat dengan lingkungan sosial masyarakat. Melalui kolaborasi dengan masjid, RT, dan RW, kami berharap semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” tambahnya.

 Senada dengan itu, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna menyatakan, pihaknya mendorong perlindungan bagi pelayan masyarakat di lingkungan masjid. “Kami mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, hingga perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,” ujarnya. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!