30 C
Sidoarjo
Sunday, February 8, 2026
spot_img

BPBD Jatim Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Timur

BPBD Jatim, Bhirawa
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD Jatim terus memperkuat langkah mitigasi bencana hidrometeorologi. Langkah tersebut diwujudkan dengan mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Timur.

Upaya ini dilakukan sebagai respons atas peringatan dini cuaca ekstrem yang dirilis BMKG Juanda, menyusul rangkaian hujan sedang hingga lebat yang memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es di hampir seluruh wilayah Jawa Timur periode 1-10 Januari 2026.

Wilayah terdampak mencakup Kabupaten dan Kota di Jawa Timur. Di antaranya Pacitan hingga Banyuwangi, kawasan Tapal Kuda, Madura Raya, hingga wilayah perkotaan seperti Surabaya, Malang dan Kediri. Kondisi ini mendorong BPBD Jatim mengambil langkah cepat dan terukur.

“OMC ini terus belanjut hingga Januari 2026 ini. Pada Minggu (11/1), Bapak Sekdaprov Jatim bersama tim gabungan melakukan operasi modifikasi cuaca sebanyak 1 Sortie, dengan bahan semai NaCl 800 kilogram dan wilayah penyemaian awan dilakukan di wilayah Utara Jawa Timur,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, Senin (12/1).

OMC ini, sambung Gatot, dilanjutkan lagi pada Senin (12/1), Sortie 1 dengan bahan semai NaCl 1.000 kilogram dan wilayah semai di wilayah Utara Banyuwangi Jawa Timur. Kemudian Sortie 2 dengan bahan semai NaCl 1.000 kilogram dan wilayah semai di Utara Jawa Timur.

Sortie 3, masih kata Kalaksa, dengan bahan semai NaCl 1.000 kilogram dan wilayah semai di Selat Madura.

Berita Terkait :  Manfaatkan Teknologi WebGIS, Poltekkes Surabaya Gelar Pengabmas di Desa Balongdowo

“Operasi modifikasi cuaca pada Senin (12/1) dilakukan sampai Sortie 3. Dan BPBD Jatim terus melanjutkan koordinasi dengan BMKG Juanda terkait potensi pertumbuhan awan di Jawa Timur,” tegasnya.

Seperti diketahui, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Jawa Timur dimulai pada tanggal 5 Desember 2025 dan rencananya akan terus dilakukan hinggan akhir Januari 2026. Dengan tujuan penyemaian awan di wilayah Jawa Timur, OMC ini dilakukan untuk mengurangi potensi bencana hidrometeorologi akibat hujan intensitas tinggi yang diperkirakan dapat memicu banjir di beberapa wilayah. [bed.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru