Qowimuddin
Pemerintah Kota Kediri mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk mewaspadai dampak dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi berbagai sektor, mulai dari stabilitas perekonomian hingga ketersediaan energi dan pangan.
Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menilai, situasi global saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata karena dampaknya dapat dirasakan hingga ke daerah. Karena itu, pemerintah daerah diminta mulai mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.
“Secara langsung maupun tidak, seluruh negara termasuk Indonesia akan terdampak, utamanya terkait stabilitas perekonomian, suplai bahan bakar, dan lainnya,” ujarnya, Senin (30/3).
Ia menekankan, langkah antisipatif dapat dimulai dari hal sederhana di tingkat individu, seperti tidak bersikap mubazir dalam penggunaan bahan bakar maupun pangan.
“Saya harap bisa dimulai dari diri sendiri, yakni tidak mubazir, baik itu bahan bakar maupun ketersediaan pangan,” ucap Qowimuddin.
Selain itu, ASN juga diingatkan untuk bijak dalam menerima informasi yang beredar di tengah masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kondisi global.
“Mungkin kondisi seperti ini menimbulkan kecemasan. Namun tetap bijak dalam menerima informasi, pastikan keabsahannya dan tidak menebar kecemasan,” pesannya.
Di sisi lain, Pemkot Kediri juga mengapresiasi kinerja seluruh aparatur yang telah menjaga situasi tetap kondusif selama libur Lebaran. Sejumlah layanan publik tetap berjalan, mulai dari pengaturan lalu lintas, penanganan kedaruratan, hingga pelayanan kesehatan.
“Berkat kolaborasi semua pihak, situasi Lebaran di Kota Kediri cukup kondusif dan terkendali,” tandas Wakil Wali Kota Kediri. [van/nov.gat]


