Pemkot Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kota Probolinggo terus mempercepat transformasi digital, khususnya dalam sistem pembayaran dan penguatan UMKM. Hal itu mengemuka saat Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menerima audiensi jajaran Bank Indonesia Kantor Perwakilan Malang, Senin (23/2) pagi.
Audiensi dipimpin langsung Pimpinan KPw BI Malang, Indra Kuspriyadi, dan dihadiri Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Pj Sekda Rey Suwigtyo serta Kepala BPPKAD Pujo Angung Satrio.
Dalam pertemuan tersebut, Indra menjelaskan kunjungannya membahas penguatan digitalisasi ekonomi di Kota Probolinggo. Sejumlah langkah konkret dibahas, mulai dari perluasan transaksi non-tunai, penguatan UMKM berbasis digital, digitalisasi sektor pangan hingga edukasi literasi keuangan bagi masyarakat.
“Kami melihat Kota Probolinggo sangat atraktif dalam peningkatan digitalisasi. Bahkan sudah merambah hingga lapisan terbawah, mulai RT/RW sampai kader posyandu. Ini langkah yang luar biasa,” ujar Indra.
Menurutnya, sistem pembayaran yang terdigitalisasi dengan baik akan berdampak signifikan terhadap penerimaan daerah dan penguatan ekonomi secara menyeluruh.
“Kami meyakini digitalisasi akan menciptakan perekonomian yang tangguh dan stabil. Sebagai bank sentral, tugas kami menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Wali Kota Aminuddin menyambut baik komitmen BI dalam mendukung percepatan transformasi digital di daerah. Ia menilai sinergi pemerintah daerah dan BI menjadi kunci memperkuat daya saing ekonomi lokal di tengah perkembangan teknologi.
“Kami terus memperluas digitalisasi. Bahkan kerja sama dengan BPS sudah kami lakukan hingga tingkat kelurahan dan posyandu,” ujarnya.
Ia menyebut, Kota Probolinggo telah menerapkan digitalisasi posyandu dan memperluas sistem pembayaran non-tunai dalam berbagai transaksi yang bekerja sama dengan Pemkot.
“Segala bentuk pembayaran yang bekerja sama dengan Pemkot Probolinggo kami arahkan non-tunai. Dalam waktu dekat, pembayaran untuk RT/RW juga akan dilakukan non-tunai melalui kartu Amanah,” bebernya.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif di Kota Probolinggo, sekaligus memperluas literasi dan akses layanan keuangan berbasis teknologi di tengah masyarakat. (irf.hel)


