30 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Berharap Terus Beri Layanan Terbaik, Gubernur Khofifah Resmikan Ruang Vaksinasi Internasional RSI Masyithoh Bangil


Oleh:
Hilmi Husain, Pasuruan

Ruang Vaksinasi Internasional RSI Masyithoh Bangil, Kabupaten Pasuruan resmi beroperasi. Peresmian dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dengan penandatanganan prasasti.

Momentum peresmian tersebut sekaligus dirangkai dengan Hari Lahir (Harlah) RSI Masyithoh Bangil ke-61, sekaligus peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah.

RSI Masyithoh Bangil sendiri adalah rumah sakit yang didirikan oleh Muslimat NU melalui YKM NU Bangil pada 1989, yang hingga kini semakin konsisten menghadirkan layanan kesehatan bagi umat.

Gubernur Khofifah menyatakan bangga atas kiprah panjang Muslimat NU dalam bidang kesehatan. Atau khususnya pelayanan kesehatan ibu dan keluarga, yang terus berkembang hingga mampu menghadirkan fasilitas vaksinasi internasional.

“Hari ini adalah Harlah ke-61 RSI Masyithoh Bangil di dalam koordinasi YKM NU ini. Sehingga, saya ingin menyampaikan bahwa perjuangan Muslimat NU di dalam bidang kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi, itu luar biasa,” ujar Khofifah Indar Parawansa, Minggu (4/1) kemarin.

Khofifah yang juga Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU menjelaskan bahwa capaian RSI Masyithoh Bangil tidak terlepas dari peran para pendiri YKM NU.

Yakni, Nyai Solichah Wahid yang merupakan bunda Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) serta Solihah Saifuddin Zuhri, istri tokoh nasional KH Saifuddin Zuhri.

Khofifah mengisahkan, Nyai Solichah Wahid sejak awal sudah menanamkan visi kuat tentang pentingnya ketahanan keluarga dan layanan kesehatan ibu dan anak.

Berita Terkait :  Kasus DBD Awal Tahun di Kota Pasuruan Meningkat

Bahkan, pada Kongres Muslimat NU tahun 1953, Nyai Solichah mendorong seluruh cabang Muslimat NU untuk mendirikan Bidan dan Klinik Ibu dan Anak (BKIA).

“Pesan dari Bu Nyai Solichah Wahid itu harus menjaga keluargamu, jaga keluargamu, jaga keluargamu. Tahun 1953 saat Kongres Muslimat meminta cabang-cabang Muslimat NU supaya mendirikan Klinik Ibu dan Anak atau BKIA. Dan waktu itu BKIA, berkembang jadi Rumah Sakit Ibu dan Anak atau RSIA sebelum menjadi RSI seperti sekarang,” papar Khofifah Indar Parawansa.

Di sisi lain, Khofifah juga mengenang amanat Nyai Solichah Wahid kepadanya untuk mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera, saat dirinya masih menjabat sebagai anggota DPR RI.

“Saat itu beliau menyatakan bahwa kepada saya, yakni Nak Khofifah, UU ini tolong disosialisasikan bagaimana sesungguhnya membangun keluarga yang sejahtera, keluarga yang maslahah. Insya Allah dalam maslahah itu ada sakinah, mawadah, warahmah. Maka, terminologi PBNU tentang Keluarga Maslahah sebenarnya adalah konsep dari Muslimat NU,” jelas Khofifah Indar Parawansa.

Adapun konsepnya adalah nilai co parenting dan musyawarah dalam keluarga. Sehingga tercipta relasi suami-istri yang saling menguatkan sesuai tuntunan Al-Qur’an.

Ia berharap RSI Masyithoh Bangil terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Semoga kita terus bisa memberikan layanan terbaik dan terus memberikan penyemayan kemanfaatan bagi masyarakat,” kata Khofifah Indar Parawansa. [hil.gat]

Berita Terkait :  Diskominfo Jatim Gelar Pelatihan Jurnalistik di Era Digital bagi Humas OPD Jatim

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru