26 C
Sidoarjo
Wednesday, January 14, 2026
spot_img

Belajar Promosi Digital Bersama UMKM di Desa Pacet

Oleh :
Rifa Carolina
Anggota Tim KKN Subkelompok 4 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara pelaku usaha memasarkan produknya. Media sosial kini bukan lagi sekadar ruang hiburan, melainkan etalase utama bagi banyak usaha kecil. Namun, bagi sebagian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa, dunia digital masih terasa asing dan rumit. Hal inilah yang kami temui selama melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pacet.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 melaksanakan Pelatihan Promosi Digital dan Pelatihan Konten UMKM Kuliner yang berlangsung selama dua hari, pada 10-11 Januari 2026, bertempat di Griya Kuliner Desa Pacet.

Kegiatan ini lahir dari kebutuhan pelaku UMKM kuliner yang selama ini masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dan belum optimal memanfaatkan media digital.

Hari pertama kegiatan dikemas dalam bentuk penyuluhan yang digabung dengan program literasi digital. Materi pembuka disampaikan oleh Sigit Ananda Murwato, S.Kom., M.MT., dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945. Ia menekankan bahwa literasi digital tidak hanya soal kemampuan menggunakan gawai atau aplikasi, tetapi juga tentang cara berpikir, berkomunikasi, serta membangun kepercayaan di ruang digital. Bagi pelaku UMKM, pemahaman ini menjadi fondasi penting sebelum terjun lebih jauh ke dunia promosi online.

Berita Terkait :  Asik Masak di Dapur, Ibu Muda di Gresik Dikejutkan Muncul Ular Piton Besar

Materi berikutnya disampaikan oleh Tim KKN Subkelompok 4 yang dipimpin oleh Rifa Caroline bersama Meisha Brina Melly Chalista, Kanang Vebryanto, dan M. Revilyo Azka Maulana. Materi difokuskan pada strategi promosi digital sederhana dan pembuatan konten untuk UMKM kuliner. Pendekatan yang digunakan tidak rumit dan disesuaikan dengan kondisi pelaku usaha di lapangan. Kami menekankan bahwa konten yang baik tidak harus mahal atau profesional, melainkan jujur, konsisten, dan mampu menampilkan keunikan produk.

Respons para peserta, yang mayoritas merupakan pelaku UMKM Griya Kuliner Desa Pacet, cukup menggembirakan. Mereka aktif bertanya dan berbagi pengalaman. Beberapa pelaku usaha mengaku baru menyadari bahwa foto sederhana, pencahayaan yang cukup, serta caption yang jelas sudah dapat menjadi langkah awal promosi digital yang efektif.

Antusiasme tersebut berlanjut pada hari kedua.
Kegiatandifokuskan pada pendampingan dan penguatan praktik. Sebagai luaran program, tim KKN memberikan buku panduan pelatihan konten yang dapat digunakan sebagai pegangan jangka panjang. Selain itu, kami juga menginisiasi pembuatan satu akun media sosial khusus Griya Kuliner Pacet sebagai wadah promosi bersama bagi berbagai UMKM kuliner di desa tersebut. Akun ini diharapkan menjadi etalase digital yang memperkenalkan potensi kuliner lokal kepada masyarakat yang lebih luas

Menariknya, proses pelatihan ini tidak berjalan satu arah. Di sela-sela pendampingan dan obrolan santai, kami justru banyak belajar dari para pelaku UMKM tentang proses produksi, strategi bertahan di tengah persaingan, serta nilai-nilai lokal yang mereka pegang dalam menjalankan usaha. Dari situ kami menyadari bahwa keberhasilan promosi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada cerita, ketekunan, dan kejujuran pelaku usaha.

Berita Terkait :  Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor, Hadiri Sidang Perdana di Pengadilan Tipikor

Pelatihan promosi digital ini mungkin hanya langkah kecil, namun menjadi awal perubahan pola pikir. UMKM kuliner Desa Pacet mulai melihat media digital bukan sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai peluang. Bagi kami, pengalaman ini menegaskan bahwa peran mahasiswa KKN bukan sekadar menjalankan program, tetapi menjadi jembatan pembelajaran dua arah antara dunia akademik dan realitas masyarakat. Materi tulisan ini disusun oleh Tim KKN Subkelompok 4 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya yang anggotanya terdiri dari : Rifa Caroline, Meisha Brina Melly Chalista, Kanang Vebryanto, dan M. Revilyo Azka Maula.

—————- *** ——————

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru