32 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Banjir, Longsor dan Puting Beliung Landa 8 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo

Kab Probolinggo, Bhirawa
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan angin puting beliung menerjang Kabupaten Probolinggo sejak Sabtu (17/1) sore hingga malam. Akibatnya, sedikitnya delapan kecamatan terdampak banjir bandang, genangan air, tanah longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan infrastruktur dan permukiman warga.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo bergerak cepat dengan mengerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI, Polri, OPD terkait, relawan, hingga pemerintah desa untuk melakukan asesmen, evakuasi, serta penanganan darurat di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang memicu beragam kejadian bencana, mulai dari tanah longsor, Tembok Penahan Tanah (TPT) ambruk, angin kencang hingga kebakaran rumah warga.

“Selain banjir dan longsor, kami juga mencatat kejadian angin puting beliung yang menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan rumah warga. Dampaknya meluas karena cuaca ekstrem terjadi hampir bersamaan di sejumlah kecamatan,” ujarnya, Sabtu (17/1).

Data sementara BPBD mencatat wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kraksaan, Gading, Krejengan, Maron, Dringu, Besuk, Sumberasih, dan Tongas. Dampak bencana bervariasi, mulai dari genangan air setinggi 20 hingga lebih dari satu meter, rumah rusak ringan hingga sedang, hingga terputusnya akses akibat jembatan ambrol.

Di Kecamatan Krejengan, banjir bandang merendam ratusan rumah warga di Desa Opo-opo, Tanjungsari, Kamalkuning, Sumberkatimoho, dan Desa Rawan. Selain permukiman, banjir juga menggenangi Pondok Pesantren Darut Tauhid di Desa Tanjungsari, sehingga warga dan santri harus mengungsi sementara.

Berita Terkait :  Diduga Vandalisme, Satpol PP Surabaya Amankan Lima Pemuda

Sebagai tindak lanjut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD melakukan asesmen sekaligus pendistribusian bantuan logistik ke sejumlah kecamatan terdampak, di antaranya Krucil, Pakuniran, Gading, Gending dan Leces. Bantuan yang disalurkan meliputi paket kebersihan, terpal, sandbag hingga matras untuk penanganan sementara.

Angin puting beliung dilaporkan terjadi di Kecamatan Leces pada Jumat (16/1) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah pohon besar tumbang, sebagian menimpa rumah warga, fasilitas umum, serta menutup akses jalan. Kerusakan atap rumah juga terjadi di beberapa desa akibat terpaan angin kencang.

Sementara di Kecamatan Tongas, banjir meluas hingga beberapa desa dengan ratusan kepala keluarga terdampak. Di Desa Tambakrejo, genangan air terjadi di Dusun Wringinan, Krajan, Gerdu, dan Prapatan. Selain itu, jembatan penghubung antar dusun di Desa Sumberkramat dilaporkan ambrol.

Kerusakan infrastruktur juga terjadi di Kecamatan Maron, tepatnya di Desa Brani Wetan, di mana jembatan penghubung dengan Desa Sumbersecang terputus akibat terjangan banjir bandang. Di Kecamatan Gading, selain genangan air, BPBD mencatat rumah warga rusak serta jembatan rusak di Desa Prasi.

Di wilayah pesisir seperti Kecamatan Dringu dan Sumberasih, air menggenangi permukiman warga dengan ketinggian hingga 30 sentimeter. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Besuk dan Kraksaan, meski di beberapa titik air mulai berangsur surut pada Minggu dini hari.

Berita Terkait :  Pekerja Migran Indonesia Asal Kabupaten Malang Meninggal di Arab Saudi

Bupati Probolinggo Muhammad Haris turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak. Ia menegaskan penanganan bencana dilakukan secara kolaboratif dan berjenjang hingga tingkat desa.

“Kita tidak bisa mencegah bencana alam, tetapi dampaknya harus diminimalkan. Karena itu respons cepat, asesmen yang akurat, dan mitigasi dini melalui kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat,” tegasnya.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo sejak awal telah menyiapkan konsep besar penanggulangan bencana yang menitikberatkan pada kecepatan respons, akurasi asesmen, mitigasi dini serta kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan.

“Langkah-langkah konsep besar ini memang sudah kami siapkan sejak awal, bagaimana pemerintah bisa merespons lebih cepat, melakukan asesmen yang lebih terarah serta mitigasi yang dilakukan lebih awal dan berkelanjutan melalui kolaborasi,” ujarnya.

Bupati Haris menjelaskan konsep tersebut disusun berdasarkan pengalaman Kabupaten Probolinggo dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang terus berulang. “Bahkan, kita sempat kehilangan sekitar 13 jembatan akibat bencana. Disusul kejadian banjir kembali dalam satu hingga dua bulan terakhir akibat curah hujan yang sangat tinggi,” jelasnya.

Bupati Haris juga meminta seluruh OPD terkait untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di masa rawan bencana. Ia menegaskan, kesiapsiagaan harus tetap dilakukan meskipun bencana terjadi pada hari libur kerja kantor.

BPBD memastikan hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa. Penanganan masih difokuskan pada evakuasi warga, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pendataan kerusakan untuk penanganan lanjutan.

Berita Terkait :  BUMDes Diharapkan Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa

Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan lebat disertai angin kencang dan puting beliung masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor.[fir.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru