Pemkab Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Probolinggo bergerak cepat menangani banjir yang melanda lima kecamatan, Minggu (22/2) dini hari. Selain melakukan evakuasi warga terdampak, jajaran pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan kebutuhan darurat bagi masyarakat.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, banjir terjadi di Kecamatan Krejengan, Kraksaan, Besuk, Gading dan Kotaanyar, tepatnya di Desa Tambak Ukir. Banjir dipicu jebolnya tanggul di pinggiran sungai yang menyebabkan air meluap dan merendam permukiman warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief mengatakan, wilayah Kecamatan Kraksaan menjadi daerah terdampak paling parah. Ketinggian air dilaporkan bervariasi hingga mencapai 1,5 meter.
”BPBD bersama TNI, Polri dan unsur terkait terus melakukan evakuasi. Warga yang sakit langsung dirujuk ke rumah sakit, sementara lansia dan kelompok rentan dievakuasi ke Kantor Kecamatan Kraksaan untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Sabtu (21/2), jajaran pemerintah daerah juga meninjau jembatan putus di Kecamatan Pakuniran akibat cuaca ekstrem. Intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir disebut menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir di sejumlah wilayah itu.
Atas arahan Bupati Probolinggo, dr Mohammad Haris dan Wakil Bupati Fahmi AHZ, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto turun langsung ke lokasi banjir untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal.
”Saya mewakili Bupati dan Wakil Bupati untuk memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama, terutama yang sakit, anak-anak, ibu hamil dan Lansia,” tegas Ugas saat meninjau lokasi.
Sekda bersama jajaran juga mendatangi wilayah Patemon, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan. Di lokasi tersebut ditemukan tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai sehingga memperparah luapan air.
Pemkab Probolinggo, lanjutnya, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tanggul serta normalisasi aliran sungai guna mencegah kejadian serupa terulang. Selain itu, masyarakat diimbau tidak membuang sampah ke sungai maupun mendirikan bangunan di sempadan sungai.
Sebagai bentuk kepedulian, pemerintah daerah turut menyalurkan bantuan sementara berupa nasi bungkus untuk kebutuhan sahur warga terdampak. Pemantauan dan koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan hingga kondisi dinyatakan aman dan aktivitas masyarakat kembali normal. [irf.fen]

