32 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Bangun SDM, Kota Pasuruan Sediakan 30 Guru Inklusi


Pasuruan, Bhirawa
Pemkot Pasuruan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Gebyar Pendidikan Inklusif Tahun 2025 sebagai wujud komitmen nyata dalam mengimplementasikan pendidikan untuk semua.

Dengan mengusung tema ‘Sebagai Komitmen Nyata Implementasi Pendidikan Untuk Semua’, gebyar tersebut menjadi momentum penting bahwa setiap anak. Termasuk anak berkebutuhan khusus, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, adil dan ramah inklusi.

Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo menegaskan pendidikan inklusif adalah bagian dari visi pembangunan sumber daya manusia yang berkeadilan dan berkelanjutan. Pemkot Pasuruan, terus berupaya menghadirkan sistem pendidikan yang tidak diskriminatif dan mampu mengakomodasi keberagaman peserta didik.

“Pendidikan inklusif bukan hanya program, tetapi komitmen bersama. Tidak boleh ada anak yang tertinggal dari akses pendidikan hanya karena perbedaan kondisi,” ujar Mas Adi, sapaan akrabnya di Gedung Kesenian Dharmoyudho, Kamis (18/12).

Mas Adi menegaskan bahwa komitmen Pemkot Pasuruan terhadap pendidikan inklusif tidak hanya sebatas wacana.

Namun, telah diwujudkan melalui kebijakan dan layanan nyata di lapangan seperti penyediaan unit layanan disabilitas, program AKSI PAS (Implementasi Pendidikan Inklusif Terintegrasi Kota Pasuruan) hingga tersedianya 30 Guru Inklusi.

“Komitmen Pemerintah Kota Pasuruan terlihat dari telah adanya Unit Layanan Disabilitas serta tersedianya 30 guru inklusi yang secara khusus mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Bahkan, di daerah lain belum tentu fasilitas dan tenaga pendukung seperti ini tersedia,” tegas Mas Adi.

Berita Terkait :  Wali Kota Eri Beri Beasiswa kepada 713 Guru PAI se-Surabaya

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatangan kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan dengan Cabang Dinas Pendidikan di Kota Pasuruan.

Artinya, Pemkot Pasuruan komitmen tidak hanya SD-SMP mendapatkan layanan inklusi namun tingkat SMA juga akan mendapatkan kesempatan yang sama. Sehingga, mewujudkan pendidikan yang berkeadilan.

“Komitmen kita tidak hanya pendidikan inklusi, tapi juga ada program Prime untuk mengintegrasi pendidikan nonformal dan formal. Tak hanya itu, ada juga Aksi Pas juga menjadi program unggulan. Makanya, mari kita angkat, ini menjadi program unggulan kita. Sudah banyak, daerah melakukan studi tiru ke Kota Pasuruan terkait program inklusi ini,” imbuh Mas Adi.

Mas Adi juga mengucapkan terima kasih kepada semua elemen yang sudah hadir dan bekerjasama dalam mensukseskan pendidikan inklusi di Kota Pasuruan.

Gebyar Pendidikan Inklusif 2025 menjadi ajang edukasi, apresiasi. Sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua hingga masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif di Kota Pasuruan.

“Diharapkan kesadaran serta partisipasi seluruh elemen masyarakat semakin meningkat. Sehingga, implementasi pendidikan inklusif di Kota Pasuruan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat pendidikan untuk semua,” imbuh Mas Adi. [hil.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru