Pemerintah sedang menyusun model pelaksanaan bekerja secara WFH (Work From Home) sebagai bentuk penghematan energi. Khususnya penggunaan BBM transportasi mobil dinas, dan penggunaan listrik di perkantoran. WFH akan berlaku dalam lingkup pemerintahan (ASN), dan menjadi rekomendasi untuk kalangan swasta. Penghematan energi menjadi pilihan sebagai dampak perang Teluk antara AS-Israel versus Iran. Nyata-nyata tanker minyak impor milik Indonesia, tertahan di selat Hormuz.
Dua tanker milik Pertamina, yang tergolong VLCC (Very Large Crude Carrier, pengangkut minyak mentah kapasita sangat besar). Sebagai Pride Pertamina, kapasitasnya mencapai 2 juta barrel. Selain tanker VLCC Pride Pertamina, juga terdapat tanker Gamsunoro, yang biasa melayani kebutuhan non-Pertamina. Kedua tanker berada di Teluk Persia, sekitar selat Hormuz. Masih diam tidak bergerak, menunggu izin berlayar.
Walau sebenarnya harga minyak dunia sudah turun 3%. Reuters melaporkan harga minyak Brent, turun menjadi US$ 101,21 per-barrel. Merupakan minyak terbaik (dan berharga mahal) asal jazirah Arab yang biasa dikirim melalui selat Hormuz. Beberapa tanker milik “negara sahabat Iran” sudah di-izin-kan melanjutkan perjalanan. Terutama negara-negara yang tidak bekerjasama dengan Amerika Serikat (dan Israel). Sedang minyak yang murah West Texas Intermediate juga turun 5,3% ke angka US$ 93,50 per-barrel.
Bisa jadi, kapal Pertamina, masih tertunda, karena diketahui Indonesia berada dalam BoP (Board of Peace) yang dipimpin Donald Trump. Nama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga berada dalam BoP. Tetapi tidak ada pejabat negara Palestina dan Iran yang masuk dalam BoP. Tidak ada nama Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. Juga tidak ada nama Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Tetapi ada nama Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dalam BoP.
Namun dilaporkan seluruh awak kedua tanker Indonesia, dalam keadaan baik-baik saja. Bukan berstatus tawanan. Posisi kedua tanker Indonesia, berbeda. Gamsunoro, berada lebih ke dalam, di perairan Khor Al-Zubair, wilayah Irak. Sedangkan VLCC Pride Pertamina, berada di Ras Tanura, Arab Saudi. Kedua perairan, mutlak dalam kekuasaan Garda Revolusi Iran (IRGC). Sebagai korps militer elit, IRGC dibentuk oleh Pimpinan Tertinggi Iran, para Mullah (Ayatollah). Sehingga IRGC sering disebut pasukan Quds (tantara orang suci).
Tanker Pertamina Pride mengangkut kargo untuk kebutuhan energi nasional, menjadi prioritas. Sedangkan Gamsunoro melayani pengangkutan untuk mitra pihak ketiga (non-Pertamina). Namun kedua tanker sama-sama diajukan dalam lobi izin melanjutkan berlayar pulang. Dengan dipastikan tidak dijual kepada negara mitra (afilisasi) Amerika Serikat. Diyakini, lobi akan berhasil. Karena selama ini hubungan antara Indonesia dengan Iran, baik-baik saja.
Dukungan diplomasi RI kepada Iran, tergolong konsisten terkait program nuklir Iran. Yakni dukungan terhadap Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Mendorong seluruh negara-negara menghormati Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB. Menguntungkan Iran. Solidaritas RI juga mendukung kedaulatan Iran, sekaligus menolak sanksi ekonomi, yang melanggar hukum internasional.
Namun perang Teluk pecah, dikobarkan pertama kali oleh Amerika Serikat bersama Israel, sejak 28 Pebruari 2026, Ketika seluruh rakyat sedang melaksanakan puasa Ramadhan 1447 H. Namun tak terduga, Iran, mampu membalas dengan gigih. Ternyata, Iran memiliki ribuan drone Shaheed, dan rudal jarak jauh. Sampai musuhnya kewalahan. Lebih lagi dengan penutupan selat Hormuz, seluruh dunia menjerit.
Indonesia sangat terdampak perang Teluk. Sampai perlu menghemat energi. Sehingga kalangan pemerintahan, akan diberlakukan bekerja di rumah (Work From Home, WFH). Bukan sekadar menghemat energi, melainkan harus menghemat berbagai tunjangan. WFH semua suka.
——— 000 ———


