Balon udara menghiasi langit Tulungagung saat Parade Balon Udara Tulungagung 2025 yang diselenggarakan oleh Pemkab Tulungagung tahun lalu.
Tulungagung, Bhirawa
Pemkab Tulungagung berencana menyelenggarakan kembali fesitival balon udara. Penyelenggaraan festival tersebut disamping karena animo masyarakat yang cukup tinggi, juga diharapkan dapat menjadi agenda tahunan pariwisata di Tulungagung.
“Sudah ada rencana untuk menyelenggarakan festival balon udara lagi di tahun ini,” ujar Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, Rabu (25/3).
Menurut dia, festival balon udara menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Jadi bisa menarik wisatawan dan menjadi ikon Tulungagung,” sambngnya.
Namun demikian, Wabup Baharudin belum bisa menyebut kepastian jadwal penyelenggaraan festival balon udara itu. Ia hanya membeberkan jika penyelenggaraan festival balon udara akan menggandeng Polres Tulungagung serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung.
“Nanti kita cari tempat yang sesuai. Ini karena penyelenggaraan sebelumnya antara tempat dan animo masyarakat tidak sesuai. Animo masyarakat tinggi di festival balon udara,” paparnya.
Wabup Baharudin berharap lokasi festival balon udara tidak di dalam Kota Tulungagung. “Bisa juga di tempat wisata. Kita lihat nanti,” tuturnya.
Seperti diketahui, di Tulungagung sudah dua kali dilakukan festival balon udara tahun 2025 lalu. Yakni, Bhayangkara Tulungagung Baloon Festival 2025 yang diselenggarakan Polres Tulungagung dan Parade Balon Udara Tulungagung 2025 yang diselenggarakan oleh Pemkab Tulungagung.
Sebelumnya, Wabup Baharudin meminta masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara tanpa tambatan tali saat hari lebaran ketupat. Ia menyatakan menerbangka balon udara secara bebas akan menimbulkan bahaya kebakaran rumah.
“Masyarakat jangan membikin balon udara tanpa kendali. Kalau sampai lepas akan berisiko pada orang lain. Ketika balon udara turun, apinya akan membakar rumah warga,” paparnya.
Karena itu, ia melarang warga menerbangkan balon udara yang tidak ditambatkan dengan tali pengikat. “Boleh menerbangkan jika ada tali pengikat,” pungkasnya. (wed.hel).


