Surabaya, Bhirawa
Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono meminta harga eceran tertinggi (HET) bahan pangan dijaga menjelang Idul Fitri.
Bambang Haryo Soekartono atau yang akrab disapa BHS di Sidoarjo, Kamis mengatakan dirinya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan pokok di Pasar Larangan, Sidoarjo.
“Dalam sidak tersebut ada kenaikan sejumlah komoditas,” katanya.
BHS mengakui terjadi kenaikan harga beberapa bahan pangan, meski masih dalam batas wajar. Namun demikian, ia menilai lonjakan harga tetap dirasakan memberatkan masyarakat.
“Memang terjadi kenaikan, tapi masih fluktuatif, kadang turun. Walaupun begitu, masyarakat merasa kenaikannya cukup memberatkan. Kondisi ekonomi memang seperti ini,” ujar BHS di sela sidak, Kamis 26 Februari 2026.
Ia menegaskan perlunya perhatian serius dari kementerian terkait maupun dinas yang membidangi perdagangan agar Harga Eceran Tertinggi (HET) tidak terlampaui.
“Yang perlu diperhatikan terutama kementerian maupun dinas perdagangan bagaimana HET itu tidak terlampaui,” tegasnya.
Dalam pantauan di lapangan, harga cabai yang biasanya berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram, kini melonjak hingga Rp85 ribu per kilogram. Sementara itu, harga ayam juga mengalami kenaikan sekitar Rp5 ribu per kilogram, dari kisaran Rp30 ribuan menjadi Rp35 ribu.
“Pasar ini harusnya menjadi ikon Sidoarjo. Letaknya di tengah kota, infrastrukturnya harus modern. Pasarnya tetap tradisional, tapi infrastrukturnya harus nyaman supaya ibu-ibu betah belanja,” katanya.
BHS turut mengapresiasi kesiapsiagaan petugas keamanan pasar dan alat pemadam kebakaran yang dinilai sigap dalam menjalankan tugas.
Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo Setyo Handoko, memastikan pihaknya rutin melakukan perbaikan berdasarkan aspirasi pedagang.
“Setiap tahun kami lakukan perbaikan. Masukan dari pedagang disampaikan ke pengurus, nanti kami tindak lanjuti. Perbaikan dilakukan secara bertahap,” katanya. [ant.kt]


