Pemprov, Bhirawa
Peningkatan layanan terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, di antaranya penanganan jalan rusak dan berlubang dengan menggunakan sistem aplikasi Call Center yang terintegrasi dengan aplikasi WhatsApp.
Layanan ini telah dilengkapi teknologi mesin kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses pelaporan dan respons.
Inovasi ini sejalan dengan komitmen Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang menitikberatkan pada peningkatan layanan kepada masyarakat Jawa Timur.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, panjang jalan provinsi di Jatim mencapai 12.456 km per akhir 2025, dengan 15% di antaranya rawan kerusakan akibat curah hujan tinggi dan lalu lintas padat, terutama menjelang musim mudik Lebaran. Teknologi AI ini menjadi solusi strategis untuk mengatasi masalah tersebut.
Kepala Seksi Pengawasan Jalan dan Jembatan Dinas PU Binamarga Provinsi Jatim, Ratna Andini, menjelaskan manfaat layanan tersebut.
“Masyarakat dapat dengan cepat melaporkan titik-titik jalan rusak dengan menggunakan aplikasi Whatsapp. Jadi tidak perlu ribet lagi untuk melaporkan adanya jalan rusak,” terang Ratna Andini, Kepala Seksi Pengawasan Jalan dan Jembatan Dinas PU Binamarga Provinsi Jatim, Selasa (24/3).
Layanan ini semakin relevan bagi masyarakat yang sedang mudik Hari Raya Lebaran 2026. Jika ditemukan jalan rusak dan berlubang, pelapor dapat langsung menghubungi Call Center Dinas PU Binamarga Jatim.
“Kami memang ingin melibatkan partisipasi masyarakat sebagai pengguna jalan. Lewat Call Center ini, kita dapat dengan cepat merespon dan bertindak jika ada laporan masuk,” ungkapnya.
Cara pelaporannya sangat mudah dan user-friendly. Masyarakat hanya perlu mengirim foto kerusakan jalan yang telah dilengkapi geotagging data geografis, seperti koordinat lintang dan bujur (GPS).
Foto tersebut dikirim ke nomor Call Center Dinas PU Binamarga di 082130008099.
“Setelah dikirim, nanti akan secara otomatis diarahkan mekanisme pelaporannya di call center tersebut,” imbuhnya.
Call Center yang dilengkapi teknologi AI dalam sistem ini mampu mengenali lokasi secara otomatis, mengklasifikasikan tingkat kerusakan, dan memprioritaskan penanganan.
Data penunjang dari Kementerian PUPR menunjukkan bahwa penerapan AI di pengelolaan infrastruktur jalan nasional telah meningkatkan efisiensi respons hingga 40% pada 2025, dengan Jatim sebagai salah satu provinsi yang menjadi pionir.
Terkait penanganan, Ratna menjelaskan proses yang cepat dan terstruktur. Untuk jalan berlubang, Dinas PU Binamarga Jatim menargetkan penyelesaian dalam waktu 1×24 jam hingga jalan mulus kembali.
“Jadi setelah ada pelaporan, kita turunkan tim taktis lapangan dari 11 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas PU Binamarga. Jadi kita gerak cepat saja untuk tangani supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kupas Ratna.
Performa layanan ini terbukti dari data Januari-Maret 2026. Setidaknya ada 21 laporan yang masuk ke Call Center DPU Binamarga, dengan rincian 15 laporan telah ditangani, 5 laporan masih diproses, dan 1 laporan ditolak.
“Contohnya di Mojokerto itu ada 3 laporan yang sudah diselesaikan. Lalu di Bojonegoro ada 1 laporan yang diselesaikan. Lalu untuk laporan yang ditolak itu karena bukan kewenangan kami,” jelasnya.
Data BPS Jatim mencatat bahwa kerusakan jalan provinsi meningkat 12% pada triwulan I 2026 dibanding periode sama tahun sebelumnya, terutama di wilayah timur seperti Mojokerto dan Bojonegoro akibat banjir musiman.
Dengan 11 UPT yang tersebar di seluruh Jatim, Dinas PU Binamarga mampu menjangkau 85% jaringan jalan provinsi, menjadikan sistem Call Center AI WhatsApp ini sebagai terobosan untuk mendukung mobilitas masyarakat, khususnya selama mudik Lebaran 2026 yang diprediksi melibatkan 25 juta pemudik dari Jatim.
Inisiatif ini tidak hanya mempercepat perbaikan, tapi juga meningkatkan akuntabilitas pemerintah daerah dalam pengelolaan infrastruktur. [aya.gat]


