Tulungagung, Bhirawa
Setidaknya 100 mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tulungagung menggelar aksi unjuk rasa di halaman Polres Tulungagung, Jumat (27/2). Demonstrasi dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan kutukan atas tindakan represif yang dilakukan polisi sehingga mengakibatkan korban jiwa masyarakat sipil di sejumlah wilayah Indonesia.
Mahasiswa PMII yang berpakian hitam-hitam itu juga melakukan doa bersama di hadapan Kapolres Tulungagung, AKBP Ihram Kustarto yang saat itu mengawal jalannya aksi bersama para pejabat utama Polres Tulungagung. Selain kemudian memasang lima foto korban tindakan represif anggota kepolisian di depan Kantor Polres Tulungagung dan menaburinya dengan bunga.
”Aksi ini merupakan aksi simbolik dan berduka atas korban sahabat kami di Tual dan juga korban-korban lainnya seperti Kanjuruhan,” ujar Koordinator Umum Aksi, Muhammad Zainudin Asror.
Zainudin Asror berharap, kejadian kekerasan terhadap warga sipil oleh aparat kepolisian tidak sampai terjadi di Tulungagung. Apalagi selama ini belum ada korban kekerasan terhadap masyarakat sipil yang dilakukan polisi di Tulungagung.
Zainudin Asror menandaskan jika PMII Tulungagung menunut segera disahkannya reformasi polri secara transparan dan amanah sesuai harapan masyarakat dan tidak ada lagi tindakan represif polri terhadap masyarakat sipil.
Zainudin Asror menilai selama ini polisi belum melakukan tindakan yang humanis seperti yang diharapkan masyarakat. ”Belum humanis karen masih ada trgedi yang terjadi,” terangnya.
Ada pun foto-foto korban kekerasan yang dilakukan polisi dan dipajang di depan Kantor Polres Tulungagung, yakni foto Gamma pelajar SMKN 4 Semarang, Zahra Dilla seorang perempuan asal Kalimantan, AM seorang anak yang masih di bawah umur yang ditemukan meninggal di bawah Jembatan Kuranji, Kota Padang, kemudian Affan Kurniawan yang meninggal dunia saat kejadian aksi demonstrasi di Jakarta pada Agustus 2025 lalu dan AT siswa MTsN di Maluku Tenggara yang meninggal akibat dipukul dengan helm. [wed.fen]


