29 C
Sidoarjo
Monday, April 13, 2026
spot_img

Akses Modal Jadi Tantangan Utama, Komisi E DPRD Jatim Dorong Lulusan BLK Mudah dapat Pembiayaan

Pemprov Jatim, Bhirawa
UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Surabaya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) gelombang II tahun 2026 untuk meningkatkan keterampilan pencari kerja. Namun, di balik program tersebut, persoalan akses permodalan masih menjadi tantangan utama bagi lulusan untuk memulai usaha.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, menegaskan bahwa pelatihan saja tidak cukup tanpa dukungan pembiayaan yang mudah diakses. Ia menyampaikan hal itu saat membuka kegiatan pelatihan di BLK Surabaya, yang juga dihadiri Kadisnakertrans Jatim Sigit Priyanto, Senin (6/4/2026).

“Peserta sudah punya keahlian, tetapi mereka kesulitan membuka usaha karena tidak punya modal. Sementara akses ke bank juga tidak mudah karena ada persyaratan seperti agunan,” kata Rasiyo.

Ia mendorong Disnakertrans Jatim menjalin kerja sama lebih kuat dengan perbankan, termasuk Bank Jatim, agar lulusan pelatihan dapat mengakses pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia juga meminta pemerintah menyiapkan skema penjaminan bagi peserta yang siap berwirausaha.

“Pemerintah harus hadir menjembatani. Kalau perlu, berikan jaminan agar mereka bisa langsung mengakses pembiayaan dan membuka usaha,” tegasnya.

Rasiyo juga meminta pemerintah memperkuat pendataan pengangguran hingga tingkat bawah agar program pelatihan tepat sasaran. Ia mencatat jumlah pengangguran di Jawa Timur mencapai sekitar 3,71 persen.

Selain itu, ia menyoroti lulusan SMK yang belum terserap optimal di dunia kerja. Ia menilai sekolah perlu memperkuat keterkaitan dengan kebutuhan industri.

Berita Terkait :  PT Matahari Sakti Beri Bantuan Dua Unit Ambulance ke PMI Kota Surabaya

“Link and match harus diperkuat agar lulusan SMK terserap sesuai bidangnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT BLK Surabaya, Isman Widodo, menjelaskan bahwa pelatihan ini menggunakan anggaran APBD Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Ia menyebutkan, BLK Surabaya menampung 144 peserta dalam sembilan paket pelatihan yang diikuti masyarakat pencari kerja pengangguran maupun setengah pengangguran.

Ke sembilan paket pelatihan berbasis kompetensi tersebut yaitu Teknisi Mekatronika, Plate Welder FCAW 3G UP/PF, Pengoperasian Instalasi Kontrol Industri Berbasis PLC, Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Off Grid, Operator Forklift, Desain Grafis Madya, Junior Sekretaris, English For Frontline, dan Asisten Teknisi Refrigerasi dan AC.

“Kami menyusun pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi kerja, produktivitas, dan etos kerja peserta sesuai kebutuhan industri,” jelas Isman.

Ia menambahkan, instruktur profesional dan praktisi industri melatih peserta melalui metode teori dan praktik di workshop.Peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat kompetensi serta mengikuti uji kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Isman menegaskan, pelatihan ini tidak hanya menyiapkan tenaga kerja siap pakai, tetapi juga mendorong peserta menciptakan usaha mandiri. Dengan pelatihan yang terintegrasi dengan akses permodalan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap mampu menekan angka pengangguran sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru. [rac.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!