Dosen Prodi Administrasi Bisnis Fakultas Bisnis Bahasa dan Pendidikan Unipdu Jombang, Dina Eka Shofiana, SE. MA.
Jombang, Bhirawa.
Akademisi dari Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Dina Eka Shofiana, SE. MA menilai, keberadaan situs Bung Karno di Ploso, Jombang memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi berbasis wisata sejarah.
Dosen Prodi Administrasi Bisnis Fakultas Bisnis Bahasa dan Pendidikan Unipdu Jombang itu mengatakan, situs Bung Karno yang berada di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, diyakini sebagai tempat kelahiran Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
“Keberadaan situs ini memiliki nilai historis yang tinggi dan berpotensi besar dalam mendorong pengembangan usaha serta perekonomian masyarakat sekitar apabila dikelola secara optimal,” kata dia, Senin (19/01).
Menurut Dina Eka Shofiana, keberadaan situs sejarah Bung Karno ini berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya wisata sejarah dan edukasi.
“Peningkatan jumlah pengunjung akan mendorong tumbuhnya berbagai usaha lokal, seperti usaha kuliner, penjualan souvenir bertema sejarah, jasa pemandu wisata, serta penginapan atau’homestay’,” ujarnya.
Hal ini secara langsung kata dia, membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dia mencontohkan, hal tersebut bisa terjadi seperti yang sudah dilakukan oleh UPT Kewirausahaan Unipdu Jombang yang berkolaburasi dengan Dinas koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang dalam pengembangan hasil lokal Pandan yang sebelumnya hanya dibuat tikar, tetapi dalam pendampingan ini Pandan bisa dikembangkan menjadi souvenir potensi lokal kabupaten Jombang.
“Selain itu, berkembangnya UMKM di sekitar situs akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan desa dan daerah melalui pajak dan retribusi wisata,” ungkapnya.
Dikatakannya, aktivitas ekonomi yang meningkat juga dapat mendorong perbaikan infrastruktur dan pelayanan publik.
“Yang sudah dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM yang sudah melaksanakan fasilitasi legal formal UMKM berupa NIB dan sertifikat Halal dalam mendukung pengembangan potensi UMKM di sekitar situs Bung Karno di Ploso,” ucapnya.
Masih menurut Dina Eka Shofiana, keberadaan situs Bung Karno di Ploso, Jombang tidak hanya berpotensi berdampak secara ekonomi, tetapi juga secara sosial dan edukatif.
Masyarakat lokal sambung dia, akan memiliki rasa bangga terhadap identitas daerahnya yang terkait dengan tokoh nasional.
“Situs ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sejarah bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum,” tandasnya.
Dina Eka Shofiana menyampaikan, sejumlah langkah dapat dilakukan untuk mendongkrak perekonomian, seperti promosi dan pemasaran wisata secara terpadu melalui media digital dan event budaya, pemberdayaan UMKM melalui pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan dan juga penyediaan informasi sejarah yang valid melalui pemandu wisata terlatih dan media interpretasi sejarah.
Untuk itu lanjut dia, agar situs Bung Karno di Ploso Jombang dapat memberikan dampak maksimal, diperlukan beberapa langkah strategis. Pertama, dengan penetapan resmi sebagai cagar budaya agar memiliki kekuatan hukum dan legitimasi nasional, dan kedua, denngan peningkatan infrastruktur seperti akses jalan, papan informasi, area parkir, dan fasilitas umum.
“Kesimpulannya, situs Bung Karno di Ploso, Jombang memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi berbasis wisata sejarah,” ulasnya.
“Dengan pengelolaan yang terencana, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, situs ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga nilai sejarah bangsa,” pungkas Dina Eka Shofiana.(rif.hel)

