36 C
Sidoarjo
Thursday, March 12, 2026
spot_img

Akademisi Nilai MBG Tetap Efektif di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Jakarta, Bhirawa

Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Prof. Dr. Imamudin Yuliadi menilai pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan tata kelola transparan, pengawasan yang kuat, serta keterlibatan masyarakat berpotensi tetap efektif di tengah tekanan ekonomi global.

“Program MBG dapat menjadi instrumen strategis tidak hanya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga dalam membangun ketahanan pangan dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” kata Imamudin dikutip di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, dalam situasi yang penuh ketidakpastian, pendekatan yang mengintegrasikan kebijakan sosial dengan penguatan ekonomi lokal seperti pada MBG menjadi salah satu kunci untuk menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.

Lebih lanjut, Imamudin menyoroti dampak program MBG yang berbeda-beda di setiap daerah. Hal tersebut, ujarnya, sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur ekonomi lokal serta pelibatan masyarakat dalam rantai pasok program tersebut.

Ia mengatakan daerah yang mampu melibatkan petani, peternak, dan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan untuk MBG berpotensi mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar. Program MBG, ucapnya melanjutkan, bisa menjadi penggerak ekonomi lokal melalui peningkatan permintaan terhadap produk pangan daerah.

“Sebaliknya, jika rantai pasok tidak melibatkan pelaku ekonomi lokal, dampak pengganda bagi perekonomian daerah menjadi terbatas,” kata dia.

Berikutnya, Imamudin menyoroti tantangan dalam implementasi MBG. Di antaranya adalah potensi kemunculan praktik rente, yakni pihak tertentu yang mengambil keuntungan dari program tanpa memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa jika program dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kualitas dan tujuan sosialnya, maka manfaat program MBG bagi masyarakat bisa berkurang.

Berita Terkait :  Indosat Ooredoo Hutchison Catat Laba Bersih Rp2,7 Triliun

Bahkan, ujarnya menambahkan, hal tersebut juga dapat mengurangi dampak ekonomi yang seharusnya dapat dirasakan oleh masyarakat di daerah.

Oleh karena itu, menurut dia, transparansi dan pengawasan dalam pengelolaan anggaran menjadi aspek penting dalam memastikan efektivitas program MBG. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengkaji secara lebih rinci proporsi anggaran yang benar-benar digunakan untuk pembelian bahan pangan dari daerah setempat.

“Semakin besar penggunaan bahan pangan lokal, semakin besar pula dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat,” ujarnya. [ant.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!