26 C
Sidoarjo
Monday, February 9, 2026
spot_img

Ajak Warga Kota Batu Teladani Gus Dur Amalkan Nilai Kemanusiaan dan Kebhinekaan

Kota Batu, Bhirawa
Wali Kota Batu, Nurochman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneladani nilai kebhinekaan, keberanian, kejujuran, dan kelapangan hati yang dicontohkan Presiden Indonesia ke- 4, Abdurachman Wahid atau Gus Dur.

Ajakan ini disampaikan Nurochman untuk memperingati Haul Gus Dur ke-16 yang telah diperingati di Graha Pancasila, Balai Kota Batu.

“Gus Dur memberikan teladan bahwa kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang berangkat dari rakyat, dijalankan bersama rakyat, dan diabdikan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat,” ujar Nurochman, Senin (9/2).

Melalui keteladanan Gus Dur tersebut, katanya, seluruh rakyat Indonesia diajak untuk selalu merawat keberagaman dan membela nilai-nilai kemanusiaan.

Kemudian Nurochman mengutip pesan Gus Dur bahwa kebaikan dan kemanusiaan merupakan nilai universal yang mampu menyatukan seluruh elemen bangsa.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan secara rukun dan saling menghormati.

Wali kota yang akrab disapa Cak Nur ini menegaskan bahwa pandangan dan pemikiran Gus Dur saat ybs menjadi Presiden ke-4 RI tetap relevan hingga saat ini.

“Sosok Gus Dur adalah seorang tokoh ulama, negarawan, sekaligus tokoh kemanusiaan yang pemikirannya melampaui zamannya,” jelas Cak Nur.

Dalam peringatan Haul Gus Dur ke-16 bersama Gusdurian Kota Batu di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Minggu (7/2), menjadi momentum refleksi atas keteladanan Gus Dur. Yaitu, keteladanan dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebhinekaan.

Berita Terkait :  Kabinet Merah Putih Terbentuk, Budiono Bagi 11.200 Beras pada Masyarakat

Cak Nur juga menggarisbawahi makna tema haul yaitu, “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”. Tema ini merupakan penegasan bahwa kekuasaan bukanlah tujuan. Tetapi sebuah amanah untuk melayani, melindungi, serta menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Sebelumnya, Cak Nur juga mengajak warga Kota Wisata ini untuk meneruskan ‘resolusi jihad’ yang telah didengungkan para pejuang terdahulu. Hal ini bisa dilakukan dengan berpartisipasi membangun Kota Batu sebagai destinasi wisata nasional yang kini tengah melangkah ke level internasional.

Nurochman menyampaikan, dalam engenang Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Santri Nasional merupakan awal dari peristiwa heroik pada tanggal 10 November 1945. Adapun tanggal 10 November sendiri kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

“Resolusi Jihad inilah yang membakar semangat dan mengobarkan api perlawanan anak bangsa sehingga semua bersatu padu melakukan perlawanan kepada kolonial yang ingin kembali menjajah Indonesia,” jelas cak Nur.

Wali kota bersama gusdurian, para santri, serta seluruh warga Kota Batu untuk terus melanjutkan keteladanan dari Gus Dur demi mengawal dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

Diharapkan Bangsa Indonesia bisa menuju peradaban dunia. Karena itu Cak Nur mengajak gusdurian dan para santri Kota Batu berkomitmen untuk tetap berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara Indonesia di panggung internasional. (nas.dre)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru