27 C
Sidoarjo
Thursday, February 12, 2026
spot_img

Adat Nyadran Megengan

Bulan Ramadhan, seolah sudah di depan mata. Sehingga perlu disambut dengan suka-cita. Bahkan Presiden Prabowo Subianto, turut merayakan penyambutan Ramadhan, dengan menyerahkan uang meugang, sebesar Rp 4,9 milyar di Pidie, Aceh. Akhir pekan ini di daerah-daerah seantero Indonesia akan semakin ramai dilakukan adat ziarah kubur ke makam leluhur dan kerabat. Ziarah juga dilakukan secara bersama se-kampung sampai se-kabupaten, sebagai “Nyadran,” menyambut bulan Ramadhan.

Sukacita menyambut bulan, dengan Nyadran, bukan hanya meriah di Jawa. Melainkan di seluruh kawasan (Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, sampai Papua). Sebagian daerah, terutama Jawa Timur juga menyebut sebagai megengan. Sedangkan di sekitar pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), terdapat adat Roah Kebiah, diselenggarakan di masjid, dan di tepi laut mirip Nyadran. Juga terdapat Tebolak Beak, berdzikir, berdoa, dan ditutup dengan makan bersama di kompleks pemakaman. Serta kebiasaan Penambahan, mandi junub, mensucikan diri sebelum puasa Ramadhan.

Adat budaya meugang, di Aceh, tergolong paling meriah. Tradisi memasak daging oleh penguasa, untuk dinikmati bersama rakyat, terutama yatim piatu. Telah dilakukan masyarakat Aceh sejak empat abad silam, sebagai perayaan resmi Kesultanan. Pada buku “Singa Aceh,” dituliskan, meugang, dilakukan oleh Sultan Iskandar Muda (tahun 1607-1636). Sultan memotong hewan sangat banyak, sapi, kerbau, kamibing, dan itik. Pelaksanaan meugang, bahkan ditabalkan dalam Qanun (kitab hukum) sebagai kewajiban penguasa.

Berita Terkait :  PBNU (Hampir) Final

Meugang, bukan hanya diselenggarakan di istana, berupa makan bergizi. Tetapi juga pemberian Sembako kepada masyarakat miskin. Termasuk pemberian pakaian.Sehari sebelumnya, telah dilakukan ziarah, dan kompleks makam kesultanan dibersihkan. Begitu pula kompleks pemakaman di kampung-kampung. Ziarah yang sama dilakukan oleh masyoritas umat Islam seluruh Indonesia. Semakin mendekati Ramadhan akan semakin ramai. Menjadi ajang ekonomi kreatif cukup menguntungkan. Antara lain pembersihan makam, dan penjualan bunga-bungaan.

Setiap makam di kompleks luruh makam dipenuhi peziarah, dan penjual kembang. Makam dibersihkan dari rumput yang tumbuh lebat pada musim hujan. Juga ditaburi kembang, sebagai pertanda siap “menjemput” arwah leluhur dan kerabat, pulang ke rumah (saat di dunia). Ziarah juga dilakukan secara bersama se-kampung sampai se-kabupaten, sebagai “Nyadran,”menyambut bulan Ramadhan.

Menyambut bulan RamadhanZiarah dilakukan pada akhir-akhir bulan Sya’ban (jelang Ramadhan, dalam bahasa daerah Nusantara disebut bulan Ruwah). Diyakini sebagai periode “menjemput” arwah leluhur dan kerabat, pulang ke rumah (saat di dunia). Tujuannya, bersama-sama melaksanakan ibadah selama bulan Ramadhan. Banyak dilakukan oleh umat Islam, bagai wajib secara adat di seluruh Jawa.

Adat tradisi, Meugang, Nyadran, dan megengan, umumnya berupa ziarah kubur, pembersihan makam leluhur (besik).Juga sedekah, dan kenduri (makan bersama) yang dilakukan pada bulan Ruwah (Sya’ban dalam kaleder Hijriyah).Merupakan akulturasi Islam, dengan adat lokal, sebagai wujud syukur, penghormatan leluhur, serta mempererat gotong royong dan silaturahim.

Berita Terkait :  Ekonomi Jeda Iklim

Adat Ruwahan, bertujuan memperkuat pertalian dan ke-saleh-an sosial. Yang disajikan bukan sembarang makan nasi, melainkan sajian nasi ambeng, di atas tampah, yang sudah dikelilingi berbagai lauk-pauk. Juga terdapat buah-buahan, dan kue tradisional. Cara makan tanpa sendok dan garpu, langsung dengan jari tangan. Penyajian nasi ambeng, bermakna penjagaan atau perlndungan. Sebagai doa permohonan kepada Allah SWT, agar semua pihak dilindungisampai bertemua bulan Ramadhan.

Tradisi menyambut Ramadhan dengan ziarah kubur, sekaligus menjadi “reuni” sahabat yang lama berpisah. Pada akhir bulan Arwah, terdapat budaya ater-ater. Mengantar hidangan ke tetangga, dan kerabat. Tak terkecuali yang sedang bermusuhan.

——– 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru