35.9 C
Sidoarjo
Thursday, October 22, 2026
spot_img

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Bupati Lamongan Tekankan Tiga Peran Pesantren, Pendidikan, Dakwah dan Pemberdayaan 

Lamongan, Bhirawa –  Peringatan Hari Santri Nasional  2026 di Kabupaten Lamongan menjadi momentum krusial untuk memperkuat peran strategis pondok pesantren dalam bidang pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan masyarakat. Semangat ini terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui penguatan sinergi bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan para tokoh agama setempat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Pemkab Lamongan pada Kamis (22/10/2026).

Kegiatan peringatan Hari Santri Nasional di Halaman Pemda Lamongan tersebut diikuti jajaran Kementerian Agama, para alim ulama, kiai, santri, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah.

Menurut Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini, peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan pengingat sejarah atas semangat “Resolusi Jihad” yang dicetuskan oleh Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Hari ini bersama Kementerian Agama dan seluruh tokoh masyarakat,para alim ulama dan para kiai serta santri, kita mengadakan peringatan Hari Santri Nasional . Peringatan ini dimulai dari spirit semangat jihad yang dicetuskan oleh Hadratus Syaikh KH . Hasyim Asy’ari dan sekarang semangat itu kita lanjutkan ,” ujar Pak Yes .

Dalam kesempatan tersebut, Pak Yes  menekankan tiga fungsi utama pesantren yang digariskan oleh Kementerian Agama, yaitu fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

Berita Terkait :  Komcad, Aparatur Sipil Negara dan Tantangan Reformasi Birokrasi

Guna mendukung tumbuh kembang pesantren di Wilayah Lamongan, Pemkab Lamongan telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 dan saat ini tengah memfinalisasi Peraturan Bupati (Perbup) penunjangnya.

Penampilan Tari Saman santriwati pondok pesantren raudhatul qur’an dan shalawat bela negara

“Alhamdulillah, Lamongan sendiri terus menyambut baik. Lebih – lebih di Kementerian Agama sekarang sudah ada Ditjen Pesantren. Pemkab Lamongan juga mendukung penuh dengan Perda Nomor 6, dan saat ini Perbup-nya sedang ditelaah oleh Kemenkumham. Perda tersebut bertujuan memfasilitasi agar pesantren dapat tumbuh, berkembang, dan menjalankan fungsinya dengan baik,” jelasnya.

Sinergi antara Pemkab Lamongan, ulama, dan elemen santri terbukti membuahkan hasil positif. Yuhronur mengungkapkan bahwa indikator harmonisasi dan kesesuaian sosial di Kabupaten Lamongan saat ini berada di atas rata-rata nasional..

“Indikator ini menjadi bukti bahwa kehidupan pesantren dan santri memberikan kontribusi yang nyata bagi kehidupan sosial masyarakat di Lamongan,” tambahnya.

Upacara Hari Santri 2026 di Lamongan ini diikuti oleh jajaran jajaran Kemenag, para kiai, pengasuh pesantren, tokoh masyarakat, santri ,  serta jajaran aparatur pemerintah daerah.

Mengusung semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Pemkab Lamongan berharap kontribusi pesantren dan santri dapat terus menjawab tantangan pembangunan, sekaligus menciptakan masyarakat Lamongan yang religius, berdaya, dan harmonis.

Apel ditutup dengan penampilan Tari Saman santriwati pondok pesantren raudhatul qur’an dan shalawat bela negara. [yit.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!