26.3 C
Sidoarjo
Sunday, October 18, 2026
spot_img

KAI Daop 9 Bangun Box Culvert di Dua Segmen Jalur KA

Kabupaten Probolinggo, Bhirawa. – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember meningkatkan sistem drainase di dua titik jalur kereta api untuk mengantisipasi gangguan akibat kenaikan debit air selama musim hujan. Pekerjaan dilakukan di bangunan hikmat (BH) 367 pada petak jalan Grati-Bayeman dan BH 388 pada petak jalan Bayeman-Probolinggo.

Peningkatan dilakukan dengan membangun box culvert untuk memperlancar aliran air dan mengurangi risiko penyumbatan. Selama pekerjaan berlangsung, KAI memberlakukan Semboyan 2A berupa pembatasan kecepatan kereta api maksimal 40 kilometer per jam di lokasi yang dilindungi.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan pekerjaan tersebut merupakan bagian dari mitigasi terhadap potensi gangguan prasarana saat musim hujan, terutama akibat perubahan kondisi sungai dan terhambatnya aliran air.

“Keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama kami. Karena itu, potensi gangguan harus diantisipasi sejak dini, termasuk risiko banjir yang dapat dipicu oleh pendangkalan sungai, perubahan dasar sungai, maupun tersumbatnya aliran air,” ujar Cahyo, Minggu (18/10).

Pekerjaan pertama berada di BH 367, KM 88+640/840, petak jalan Grati-Bayeman. KAI membangun box culvert berukuran 1 x 1 meter untuk menggantikan saluran yang sebelumnya menggunakan pipa baja berdiameter 0,5 meter.

Pendangkalan dan perubahan dasar sungai di lokasi tersebut berpotensi menghambat aliran air ketika debit meningkat. Pekerjaan ini ditargetkan selesai pada 10 November 2026. Semboyan 2A akan dicabut setelah pekerjaan rampung dan persyaratan teknis serta keselamatan terpenuhi.

Berita Terkait :  Wali Kota Malang Dukung Program Ketahanan Pangan di Lingkungan Lapas

Adapun pekerjaan kedua dilakukan di BH 388, KM 94+535/735, petak jalan Bayeman-Probolinggo. Konstruksi box culvert berukuran 2,5 x 1,5 meter dibangun untuk menggantikan konstruksi jembatan beton dengan bentang 3 meter.

Menurut KAI, bukaan aliran yang relatif rendah berpotensi membuat material tersangkut dan menghambat aliran air. Peningkatan konstruksi di lokasi ini ditargetkan selesai pada 15 November 2026. Pembatasan kecepatan akan dicabut setelah pemeriksaan dan persyaratan teknis dinyatakan terpenuhi.

Cahyo menjelaskan, pembatasan kecepatan selama pekerjaan merupakan bagian dari pengamanan operasional di sekitar lokasi konstruksi. Pengaturan tersebut diberlakukan agar kereta api yang melintas tetap berada dalam batas kecepatan yang ditentukan selama pekerjaan berlangsung.

Wilayah kerja KAI Daop 9 Jember memiliki 361 bangunan hikmat, terdiri atas 355 jembatan, dua flyover, dua underpass, dan dua terowongan. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari prasarana yang memerlukan pemeriksaan dan pemeliharaan berkala, terutama untuk mengantisipasi perubahan kondisi akibat cuaca.

KAI Daop 9 menyatakan akan melanjutkan pemeriksaan dan pemeliharaan prasarana untuk mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi mengalami gangguan selama musim hujan.[fir.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!